medali emas
ATLET renang Nurul Fajar Fitriati berdiri di podium pengalungan medali, seusai diberikan oleh Prof. Hary Setyono, Staf Ahli KONI Pusat. (Foto: Bambang Bes)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kontingen BAPOMI (Badan Pembina Mahasiswa Indonesia) di arena Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) ke-15, di Makassar yang diperkuat belasan mahasiswa UNAIR, di hari pertama Minggu (15/10), berhasil memperoleh tiga medali emas, lima medali perak, dan satu medali perunggu.

Medali emas dipersembahkan dari cabang olahraga (cabor) renang, dua medali, dan satu medali dari cabor catur kilat. Sedangkan medali perak, satu dihasilkan dari kolam renang Unhas, dan empat keping perak dari meja catur. Sedangkan perunggu disumbangkan atlet Petanque, Wahyu Widodo di nomor shooting putera.

Dua medali emas renang dipersembahkan oleh Nurul Fajar Fitriati dari nomor 100 meter gaya bebas, dan nomor 100 M gaya kupu-kupu. Sedang medali perak disumbangkan perenang puteri Unesa lainnya, Dea Salsabila Puteri di nomor 200 M gaya bebas puteri.

”Berdasarkan prestasi dia (Nurul) selama ini dan melihat lawan-lawan yang dihadapi, sudah saya prediksi bahwa optimis dua emas bisa digenggam,” kata Dr. Imam Marsudi, M.Si., pelatih renang Jatim kepada unair.news.

Imam Marsudi optimistis bahwa dari cabor aquatik ini masih bisa menambah pundi-pundi medali lagi untuk Tim POMNAS Jawa Timur. Hal itu mengingat Nurul masih bisa tampil kembali di nomor yang lain, termasuk andalan perenang Jatim lainnya.

Di hari perdana Minggu kemarin, beberapa cabor yang diikuti Jatim juga meraih hasil positif. Tim basket putera di babak pertama menekuk Sulawesi Utara, 115-67. Sedangkan tim basket puteri mengalahkan Lampung dengan skor telak, 113-20.

medali emas
PEMAIN bulutangkis puteri Jatim, menghadap lensa, bertanding melawan tim Sumsel di ganda puteri nomor beregu. Jatim menang 2-1. (Foto: Bambang Bes)

Di cabang bulutangkis di nomor beregu, baik putera dan puteri juga masih berjaya. Tim beregu putera Jatim setelah mengalahkan Papua Barat dg skor 3-1 di pagi hari, pada siangnya juga menang atas tim tuan rumah Sulawesi Selatan dengan 2-1. Sedangkan tim beregu puteri menenggelamkan Sumatera Selatan dengan skor 2-1.

”Kami di nomor tarung derajat, sudah bisa mengamankan satu medali perunggu setelah satu atlet kami berhasil masuk empat besar. Tetapi itu masih bisa ditingkatkan menjadi perak atau bahkan emas,” kata Drs. Tutur Djatmiko, M.Kes, salah satu pelatih tarung derajat, olahraga keras sejenis bela diri ini.

Cabang lainnya masih terus melanjutkan pertandingan seperti pencak silat, sepak takraw, voli, dan catur. Bahkan kempo baru dimainkan Selasa lusa. Hanya saja tim futsal Jatim hanya berhasil menerobos di posisi 16 besar dari 34 tim peserta. Di babak perdelapan final itu dikalahkan Papua, dan tim futsal yang diperkuat sejumlah mahasiswa UNAIR sudah kembali ke Surabaya, Minggu siang tadi. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).