“Product Oriented” Biar Penyuluhan Lebih Greget

UNAIR NEWS – Selain melakukan penelitian dan publikasi, Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC) juga bakal aktif menghasilkan produk. Misalnya, vaksin yang aplikatif untuk mencegah penyakit.

“Kami memang lebih product oriented,” kata Sekretaris ADPRC Prof. Dr. Suwarno drh, MSi. Langkah ini berbeda dengan One Health Colaboration Center lain du UGM dan Udayana yang lebih fokus pada penyuluhan ke masyarakat.

Meski demikian, bukan berarti ADPRC alpa dari kegiata  penyuluhan dan pelatihan. Justru, dengan adanya produk mutakhir, kegiatan penyuluhan akan lebih menarik minat masyarakat. Manfaat yang dihasilkan pun bakal lebih besar atau lebih greget.

Selama ini, pihak FKH sudah banyak mengeluarkan produk tepat guna. Demikian, pihak FK dan FKM. Tinggal melakukan pengembangannya saja. Termasuk, pelebaran sayap penelitian tepat guna ke titik-titik persoalan lain di masyarakat.

Lagipula, muara terbaik dari penelitian adalah produk yang sudah teruji dan terbukti. Lantas, diupayakan untuk dihilirisasi dengan baik dan optimal.

Sejauh ini, pihak Indohun atau Indonesia One Health University Network sudah berkomitmen bakal menggelontorkan bantuan. Khususnya, di bidang riset dan konferensi internasional.

Indohun juga bertekad untuk membangun jejaring yang baik antar kampus baik di dalam maupun di luar negeri. Tujuannya, menjaga hubungan baik agar bisa selalu bertukar pikiran. Dalam rangka, memecahkan masalah di masyarakat. Baik di level nasional, maupun di level global.

Rencananya, ADPRC akan secara rutin mengikuti forum-forum internasioan yang diselanggarakan Indohun. “Kabarnya, tiga atau empat kali setahun akan ada event-event internasional. Bentuknya, bisa simposium atau konferensi. Kami juga siap menjalankan riset bersama akademisi lain di luar UNAIR,” kata Suwarno, yang telah menciptakan vaksin buat flu burung dengan nama ANA dan AHA itu. (*)