Suasana mahasiswa yang sedang melihat mikroskop
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWSSalah satu mimpi yang ingin dicapai kampus ini adalah memiliki Airlangga Health Science Park. Yakni, kompleks keilmuan di bidang kesehatan dan kedokteran yang bereputasi gemilang di UNAIR.

Keberadaan Airlangga Disease Prevention Research Center (ADPRC) dipastikan akan menguatkan langkah tersebut. Selama ini, UNAIR sudah memiliki Airlangga Health Science Institute (AHSI). AHSI memayungi Institute of Tropical Disease (ITD), dan tiga rumah sakit milik kampus. Yakni, Rumah Sakit Ggi dan Mulut, Rumah Sakit UNAIR, dan Rumah Sakit Khusus Inveksi.

Nah, ADPRC bergabung dalam AHSI dengan kapasitas sebagai pusat riset pencegahan penyakit. Tak ayal, kekuatan UNAIR pun menjadi semakin kokoh.

“Kami pasti melakukan koordinasi dengan ITD maupun RSUA. Karena kajian di ADPRC juga pasti berhubungan dengan persoalan yang mungkin sedang diteliti di ITD, maupun problem yang lagi ditangani di rumah sakit,” papar Koordinator ADPRC Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam.

Oleh karena baru dibentuk, ADPRC belum memiliki ruangan atau “home base”. Sementara, kegiatan dipusatkan di salah satu ruang lantai dua gedung dekanat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH). Dalam waktu dekat, ADPRC akan memiliki ruangan baru.

Pengadaan sarana dan prasarana ini tengah dikoordinasikan dengan pihak rektorat. Termasuk, pengadaan peralatan dan laboratorium baru. Walau memang, saat ini ADPRC sudah memiliki sarana penunjang yang sementara masih ditempatkan di ITD maupun FKH.

UNAIR memiliki harapan besar buat menjadi pusat kajian kedokteran dan kesehatan terkemuka. Tidak hanya di Indonesia, namun juga di ASEAN. Tak heran, selama ini, kampus selalu melakukan banyak kegiatan akademik bertaraf internasional. Baik seminar, konferensi, maupun riset bersama kampus lain di luar negeri.

Diadakan pula pertukaran dosen, pengiriman dosen untuk belajar di luar negeri, pertukaran staf, bahkan pertukaran mahasiswa. Dengan demikian, sivitas akademika UNAIR bakal memiliki wawasan global. Namun tetap, harus bersumbangsih di tiap level mulai lokal, regional, dan nasional. Termasuk, berpartisipasi dalam mencetuskan permasalahan kesehatan di tingkat yang lebih tinggi, atau di level dunia. (*)

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai “Menyikapi Perang Informasi”, kumpulan puisi “Balada Pencatat Kitab”, dan kumpulan cerita pendek “Merantau”. Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.