Dr Jeffrey C. Mariner DVM, PhD. (kanan) dan Prof. Dr. Jeffrey K. Griffiths, MD., MPH&TM dari Tuft University yang jadi pembicara di FKH pada 19 September lalu.
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWSPerluasan jejaring internasional adalah sebuah keniscayaan. Terlebih, bagi kampus seperti UNAIR yang memiliki mimpi menjadi perguruan tinggi kelas dunia. Dengan masuk daftar 500 kampus terbaik sejagat.

Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC) menganggap ini sebagai tantangan yang mesti dijawab. Sebab, berkirah di ranah global merupakan tuntutan zaman yang mesti dijalankan.

ADPRC siap untuk itu. Bahkan, sejak awal dibentuk pada Selasa lalu (19/9), Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam dan kawan-kawan sudah mulai melakukan pendekatan kongkret dalam program kerja. Di hari yang sama saat pelantikan tersebut, dua peneliti asal Amerika Serikat melakukan kuliah umum di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

“Kami juga melakukan diskusi intensif dengan mereka sehubungan dengan rencana-rencana yang sudah dan akan disusun,” kata Koordinator ADPRC Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam.

Selain dari Amerika, bulan ini peneliti dari Australia Barat juga akan datang ke UNAIR. Untuk mendiskusikan program ADPRC. Sejatinya, tidak hanya pihak UNAIR yang butuh menambah wawasan dari pemikiran mereka. Mereka pun butuh pandangan dari para peneliti ADPRC untuk penelitian mereka di masa datang.

Salah satu kajian yang dilakukan oleh ADPRC adalah tentang food chain. Termasuk, menerapkan biosecurity dan biosafety. Maksudnya, makanan yang dikonsumsi manusia, harus terjamin. Mesti aman dan tidak mengganggu keselamatan nyawa atau kesehatan.

Sebagai contoh, daging ayam dari tempat pemotongan hewan. Harus higienis dan sehat sejak di peternakan. Lantas, di tahap distribusi pun mesti tetap terjaga kualitasnya. Sampai dengan masuk ke tubuh konsumen.

“Kami membuat kajian yang muaranya adalah rekomendasi tentang bagaimana agar food chain itu terjaga dengan baik,” ungkap Prof. Fedik.

Kualitas makanan yang baik akan berimbas pada mutu hidup manusia. Yang ujung-ujungnya, berkaitan pula dengan ketahanan generasi penerus bangsa. (*)

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai "Menyikapi Perang Informasi", kumpulan puisi "Balada Pencatat Kitab", dan kumpulan cerita pendek "Merantau". Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.