Suasana perkuliahan di FKH
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC) tidak hanya gawe para peneliti senior atau dosen. Para mahasiswa juga bakal dilibatkan. Bahkan, ini menjadi nilai plus sebagai pertimbangan bagi calon mahasiswa yang ingin memilih Fakultas Kedokteran Hewan (FKH).

Mahasiswa dijadikan pihak yang mengawal program kerja. Mereka akan berada di laboratorium, juga di lapangan. Artinya, peran mahasiswa tidak kalah penting dengan dosen maupun peneliti senior.

Sebab, kalau mereka tidak dilibatkan, regenerasi akan mandeg di tengah jalan. Hal itu yang dipahami benar oleh para pengelola ADPRC saat ini.

Sekretaris ADPRC Prof. Dr. Suwarno mengutarakan, di FKH ada Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia atau Ikamaha. Para anggotanya, kerap bergerak di bidang sosialisasi tentang kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan. Jargonnya cocok dengan perspektif “One Health”. Mereka bisa langsung diajak bergabung untuk mengikuti semua kegiatan di ADPRC.

“Dasar pemikiran para mahasiswa kan berpijak pada mengentaskan persoalan di masyarakat, ide mereka banyak, sehingga pasti dibutuhkan dalam pelaksanaan program kami,” urai dia.

Di FKH ada Kelompok Minat dan Profesi Veteriner (KMPV). Yakni, peminatan terhadap Unggas/Burung, ternak kecil, ternak besar, dan satwa liar. Dalam waktu dekat, akan ditambahkan peminatan One Health.

FKH memiliki rumah sakit hewan. Tercatat sebagai rumah sakit hewan terbesar yang dimiliki oleh Perguruan Tinggi Negeri. Di rumah sakit itu, para mahasiswa kerap melakukan latihan praktek didampingi para dosen. Sehingga, kapabilitas mereka tetap terasah.

Kemampuan yang sudah teruji dan terbukti itu pasti dapat memberi sumbangsih bagi ADPRC. Maka itu, mahasiswa pasti diberi ruang di sini.

Tidak hanya di FKH, mahasiswa dari FK dan FKM pun pasti bakal banyak dilibatkan. Sebab, sinergitas dari tiga fakultas yang menjadi motor utama ADPRC itu bersifat mutlak. Dari level bawah hingga atas. Termasuk, kekompakan di tingkat mahasiswa sampai guru besarnya. (*)

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai “Menyikapi Perang Informasi”, kumpulan puisi “Balada Pencatat Kitab”, dan kumpulan cerita pendek “Merantau”. Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.