kuliah
SUASANA kunjungan SMA Al Izzah, Batu, dan SMA IT Al Huda Wonogiri ke UNAIR, Kamis (12/10). (Foto: Hedi Diah Syahputri)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ruang Aula Kahuripan Kampus C Universitas Airlangga dipenuhi oleh siswa-siswi dari dua sekolah yang sengaja berkunjungan ke UNAIR. Tak kurang dari 231 siswa siswi dari SMA Al Izzah, Batu, dan SMA IT Al Huda Wonogiri bertandang ke UNAIR, Kamis (12/10).

Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan kedua sekolah. Suwito selaku Kepala Sekolah SMA IT Al Huda mengawali sambutan. Sambutan dilanjutkan oleh Priyo Raharjo selaku Waka Kurikulum SMA Al- Izzah, Batu.

Dalam kesempatan itu, Dr. Moh. Anam Al Arif, drh., M.P dari Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR menjelaskan tentang proses penerimaan mahasiswa baru di UNAIR. Ia menghimbau kepada siswa siswi untuk tidak selalu memilih satu prodi yang paling banyak diminati, misalnya Fakultas Kedokteran.

“Pastikan juga pilihan prodi sesuai dengan minat bakat adik-adik” jelas Anam.

Selanjutnya, Dr. Eduardus Bimo Aksono H., drh. M.kes selaku Sekretaris Pusat Informasi dan Humas (PIH) UNAIR menjelaskan tentang profil UNAIR. Sebelum menjelaskan, Bimo mengajukan pertanyaan kepada siswa siswi tentang alasan mereka memilih kuliah di UNAIR.

Salah satu siswi dari SMA IT Al Huda dengan lantang menjawab ingin masuk pada program studi Hubungan Internasional. Saat ditanya alasan, siswi berjilbab tersebut hanya menjawab karena minat yang mendalam. Tak ayal, jawaban yang ia lontarkan dibalas riuh tepukan dan tawa dari seluruh peserta kunjungan.

Usai pemberian materi kemudian disusul dengan sesi tanya jawab. Syaiful, guru mata pelajaran fisika dari SMA Al Izza menanyakan perihal prosentase rasio SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri. Menjawab pertanyaan itu, Anam menjelaskan bahwa prosentase di tahun 2017, SNMPTN sejumlah 35%, SBMPTN sejumlah 35%, dan Mandiri sejumlah 30%. Ia sekaligus menegaskan kembali tentang variabel penilaian pada indeks sekolah.

Menanggapi hal itu, Bimo menambahkan bahwa indeks sekolah pada variabel rasio jalur masuk maksudnya adalah seberapa besar jumlah siswa yang mendaftar melalui jalur SNMPTM dan jumlah yang diterima.

“Jangan khawatir bagi sekolah yang belum memiliki alumni di UNAIR. Karena poin atau variabel penilaian itu banyak. Poin alumni dan rasio jalur masuk merupakan salah satu dari sekian poin penilaian. Semua memiliki kesempatan yang sama,” ujar Bimo.

Pertanyaan lain datang dari siswa SMA Al Izzah. Seperti pertanyaan dari siswa SMA IT Al Huda, Dilan yang juga menjabat sebagai ketua OSIS menanyakan perihal siswa dengan prestasi hafidz Al-quran.

“Selama siswa hafidz Al-quran yang bersangkutan bisa memberikan bukti sebagai juara ditingkat provinsi, bisa menambah poin. Dengan kata lain ada bukti sertifikat resmi, bisa menjadi bahan pertimbangan,” ungkap Bimo.

Selain kedua pertanyaan itu, masih banyak pertanyaan siswa maupun guru dari kedua sekolah yang menambah antusiasme peserta selama kunjungan berlangsung. Sebelum kunjungan ditutup, Bimo memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar mempertimbangkan baik-baik dalam memilih program studi.

“Teruslah motivasi murid-murid untuk melakukan semua tes. Untuk SNMPTN, usahakan sesuaikan dengan kompetensinya, anak-anak jurusan IPA pilihlah program studi IPA, begitupula dengan IPS dan Bahasa,” pungkas Bimo. (*)

Penulis: Hedy Diah Syahputri

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone