Prof. Dr. Suwarno
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sekretaris ADPRC Prof. Dr. Suwarno optimistis kalau pusat kajian ini akan sukses bersumbangsih kongkret di masyarakat. Sebab, secara prinsip, riset yang dilakukan pihaknya telah dilakukan bertahun-tahun yang lalu.

Ide ADPRC sudah ada sejak lama. Penelitian di ruang lingkup pencegahan penyakit pada manusia, hewan, dan lingkungan pun sudah dilaksanakan sejak silam. Meski demikian, keberadaan ADPRC akan melebarkan sayap para peneliti yang sudah lama berkiprah itu.

Sejauh ini, kata Suwarno, pihaknya sudah giat melakukan kajian terhadap enam penyakit “strategis” yang meresahkan masyarakat di Indonesia bahkan dunia. Yakni, Antraks, Rabies, Avian Influenza, Leptospirosis, Pes, dan Brucellosis.

Antraks umumnya menyerang hewan seperti kambing atau domba dan babi. Brucellosis umumnya menyerang sapi. Rabies umumnya menyerang anjing, kucing dan kera. Avian Influenze menyerang unggas. Sedangkan leptospirosis dan Pes menyerang tikus. Namun, semua penyakit itu bisa pula menyerang dan memberi dampak buruk pada manusia.

Sejauh ini, kajian yang dilakukan fokus pada tiga item. Yakni, Rabies, Avian Influenza, dan Brucellosis. Meski bukan berarti, tiga item lain dikesampingkan sepenuhnya. Nah, dengan adanya ADPRC, dipastikan semua item akan ditelaah secara mendalam dan berkelanjutan.

“Basis pengetahuan, peralatan, dan pengalaman kami sudah memadai. Tinggal mengerahkannya sekuat tenaga demi menjaganya tetap berkelanjutan,” ujar Suwarno.

Selama ini, tim UNAIR memang sudah dikenal publik atas kepiawaiannya melakukan pencegahan avian influenza atau flu burung. Bahkan, tak sedikit pakar kampus ini yang sudah memiliki pengalaman dan diakui di level internasional.

Tak hanya itu, persoalan brucellosis yang biasanya terjadi pada sapi dan bisa memberi efek negatf pada manusia pun ditangani oleh UNAIR. Khususnya, di daerah Jawa Timur dan sekitarnya. Sebab, provinsi ini merupakan salah satu produsen daging sapi terbaik di Indonesia.

Penyakit yang satu ini bisa memberi dampak sistemik. Karena, berhubungan dengan proses kehamilan yang gagal atau keguguran. Masyarakat atau peternak sapi adalah pihak yang biasanya menjadi korban dari kerugian finansial semacam ini. (*)

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai "Menyikapi Perang Informasi", kumpulan puisi "Balada Pencatat Kitab", dan kumpulan cerita pendek "Merantau". Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.