Research conducting at UNAIR (Photo by courtesy)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sejak Selasa lalu (19/9), Universitas Airlangga (UNAIR) memiliki pusat kajian bernama Airlangga Disease Prevention and Research Center (ADPRC). ADPRC merupakan One Health Collaboration Center (OHCC) yang dimiliki UNAIR atas kerjasama dengan Indohun atau Indonesia One Health University Network. Selain UNAIR, kampus lain yang memiliki OHCC adalah UGM dan Udayana.

ADPRC ini bakal fokus untuk membantu pemerintah untuk menangani persoalan penyakit infeksi, khususnya zoonosis. Berdirinya ADPRC, ditopang penuh oleh Indohun. Tak heran, ke depan, akan banyak event atau kegiatan ADPRC yang terkoneksi dengan Indohun. ADPRC akan fokus pada kajian bidang kesehatan manusia, kedokteran hewan, kesehatan lingkungan, dan menciptakan produk tepat guna.

Indohun sudah memiliki  jejaring dengan sejumlah universitas di tanah air maupun luar negeri. Jejaring kolaborasi ini didanai pula oleh United States Agency for International Development (USAID). Masalah kesehatan tidak bisa diselesaikan satu pihak saja. Harus ada sinergitas antar pemangku kepentingan.

“ADPRC memiliki visi menjadi pusat kajian yang bersumbangsih di level nasional, bahkan internasional, terhadap penanggulangan penyakit. Khususnya, penyakit pandemic dan zoonosis,” kata Koordinator Prof. Dr. Fedik Abdul Rantam.

Adapun misi dari pusat kajian ini antara lain, pertama, melakukan penelitian dan publikasi. Publikasi bertujuan agar hasil penelitian dapat lebih aplikatif di masyarakat. ADPRC akan membuat produk yang bermanfaat bagi kesehata manusia, hewan dan lingkungan. Sehingga, masyarakat terlindungi dari ancaman penyakit zoonosis.

Kedua, menyelenggarakan pendidikan berkelanjutan dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang zoonosis. Juga, di bidang kesehatan lingkungan dengan pendekatan ne Health. Ketiga, mengupayakan pemberdayaan masyarakat melalui seminar, workshop, dan pelatihan atau penyuluhan. Keempat, mengembangkan komunikasi, informasi, dan edukasi serta advokasi pada masyarakat terkait bidang kajian ADPRC tersebut.

“Kami ingin menghasilkan produk yang dapat berperan dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit di ranah zoonosis dan bioterorisme,” ungkap Prof. Suwarno, sekretaris ADPRC. Selain itu, imbuh lelaki asal Tuban itu, pihaknya juga ingin rutin menerbitkan publikasi internasional dan meningkatkan pemahaman masyarakat umum tentang One Health. (*)

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm

Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai “Menyikapi Perang Informasi”, kumpulan puisi “Balada Pencatat Kitab”, dan kumpulan cerita pendek “Merantau”. Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.