UKM
Suasana Kenduri E-UKM di Fave Hotel Surabaya. (Foto: Alifian Sukma)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur menyelenggarakan Kenduri E-UKM. Kegiatan ini sebagai upaya percepatan transformasi teknologi informasi di bidang perdagangan dalam jaringan.

Kegiatan yang diikuti oleh anggota penggiat UKM dari seluruh wilayah Jatim, kalangan akademisi, dan mahasiswa itu diikuti oleh tak kurang dari 150 peserta. Antusiasme peserta terbilang tinggi, mengingat, perdagangan dalam jaringan saat ini sedang menjadi tren.

Panitia Kenduri E-UKM menghadirkan sejumlah praktisi e-commerce, seperti Aulia E. Marinto Ketua Umum idEA dan CEO Blanja.com, Suko Widodo Akademisi Universitas Airlangga, Jaya Setiabudi CEO YukBisnis.com, Subiakto Priosoedarsono Pakar Branding, dan Setyo Harsoyo CEO Sprint Asia.

Suko Widodo yang juga Ketua I ISKI Jatim mengatakan, Kenduri E-UKM ini berguna karena sanga membantu kalangan usahawan dalam menghadapi globalisasi, era serba digital.

Dosen FISIP UNAIR itu mengatakan, untuk mempercepat proses transformasi e-commerce itu, pemerintah harus memberikan perhatian lebih terhadap penguasaan UKM akan e-commerce.

Salah satu peserta yakni Fauzi dari Malang mengaku, Kenduri E-UKM sangat penting untuk kalangan pegiat UKM dan perintis bisnis di Jatim, mengingat e-commerce sudah merambah di masyarakat.

“E-commerce sudah merambah di kalangan masyarakat, hanya saja masyarakat yang terlambat menyadari,” ujar Fauzi.

Jaya Setiabudi dalam pemaparannya memberikan tujuh formula dalam berbisnis di era e-commerce ini. Tujuh formula itu meliputi (1) Bidik potensial market, (2) Produk yang ngangenin, (3) Kemasan yang menarik, (4) Merk ngetop, (5) Saluran Distribusi dan Promosi, (6) Penyebar Virus (Share Product), dan (7) Pengungkit Konversi.

Sementara itu, Subiakto Priosoedarsono menekankan pentingnya sebuah brand dalam penciptaan sebuah produk. Brand serupa love at the first sight.

“Kalau sudah mencintai brand, ikatan emosi akan melekat. Brand akan membuat konsumen jadi ‘siapa dia’. Brand akan memunculkan gengsi dan life style, seperti Starbucks dan McDonald, misalnya,” katanya.

Secara formal, acara Kenduri E-UKM selesai pada sore hari dengan pemateri Anton Harimawanto Founder BY REQUEST Invitation Surabaya. Namun, beberapa pembicara mengadakan forum santai mengantisipasi peserta yang masih ingin berdiskusi.

Merespon banyaknya peserta yang ingin mempelajari e-commerce, Suko beerharap agar pemerintah dan berbagai pihak lain mendukung percepatan transformasi melalui berbagai kegiatan dan pelatihan. (*)

 

Penulis : Binti Quryatul M

Editor   : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone