lulus terbaik
MOH Saad, ketika di depan suatu poster di sebuah seminar yang diikuti. (Foto: Ist)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Beragam kegagalan yang dialami Moh. Saad berhasil ia wujudkan menjadi kesuksesan. Setelah merampungkan studi dalam kurun waktu 1 tahun, 5 bulan, 12 hari, ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S-2 Sekolah Pascasarjana dengan perolehan IPK sebesar 3.83.

Saad pun berhasil memecahkan rekor dengan menjadi wisudawan tercepat di prodi Bioteknologi Perikanan dan Kelautan. “Sungguh terasa bagai mimpi yang menjadi kenyataan, dapat lulus dengan pencapaian tersebut,” ulasnya.

Sebelumnya, berulangkali Saad mengulang kegagalan. Optimisme yang luar biasa dari dirinya patut diapresiasi. Ia selalu berpegang teguh, “Keberuntungan itu omong kosong. Keberuntungan adalah hasil/kebaikan yang kita peroleh dari kerja keras dan doa”.

Pasalnya, ia pernah gagal masuk perguruan tinggi lewat jalur undangan, namun satu tahun berikutnya ia berhasil masuk ke perguruan tinggi lewat jalur ujian tulis. Ia pernah gagal masuk BEM sebagai staf SEMIKAT (Seni, Minat dan Bakat), namun satu tahun berikutnya ia menjadi koordinator BEM SEMIKAT. Ia pernah gagal dalam mengajukan PKM, namun satu tahun kemudian dua PKM kategori kewirausahaan yang ia dan tim ajukan berhasil lolos didanai Dikti.

Ia juga pernah gagal terpilih sebagai asisten praktikum, namun satu tahun berikutnya ia menjabat sebagai koordinator praktikum Genetika dan Pemuliaan Ikan dan memasukkan penelitiannya sebagai materi dalam praktikum. Selanjutnya, ia pernah gagal menjadi wisudawan terbaik pada jenjang S-1, namun satu tahun berikutnya ia terpilih sebagai wisudawan terbaik S-2 Sekolah Pascasarjana.

“Kata-kata yang terdengar alay bagi para pendengar, tapi justru dari kata-kata tersebutlah yang dapat memotivasi saya untuk selalu berusaha bisa dalam segala hal, dan selalu berusaha keras mencapai suatu tujuan. Sungguh Allah akan memberikan yang terbaik bagi hambanya yang selalu berusaha keras dan terus berdoa,” ucapnya. (*)

Penulis: Disih Sugianti

Editor: Binti Q. Masruroh/ Bes.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).