“Sejarah Kota” Kajian Utama Ilmu Sejarah UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Sejarah Perkotaan
Gayung Kusuma, S.S., M.Hum., selaku Ketua Program Stud IIlmu Sejarah UNAIR. (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Bertempat di kampus yang berada di tengah kota Surabaya, Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Airlangga, menempatkan kajian sejarah kota menjadi salah satu kajian unggulan.

Hal itu bukan tanpa sebab, keberadaan sebuah program studi memang berkaitan erat dengan kebutuhan untuk menjawab berbagai kondisi di masyarakat yang terus mengalami perubahan dan perkembangan.

Mengenai hal itu, UNAIR News berhasil menemui Gayung Kusuma, S.S., M.Hum., selaku Ketua Program Stud IIlmu Sejarah UNAIR. Dalam kesempatan tersebut Gayung menyampaikan, pemilihan kajian sejarah perkotaan menjadi kajian unggulan di UNAIR, tidak bisa lepas dari letak UNAIR yang berada dalam lingkup masyarakat perkotaan. Selain itu, UNAIR juga berada di tengah kota yang berlatar belakang tradisi maritim, yakni masyarakat yang bermukim di kota-kota pantai.

“Oleh karena itu, prodi Ilmu Sejarah memilih kajian ini. Untuk kajian itu, kami memang menjadi rujukan jurusan sejarah di perguruan tinggi lainnya,” terangnya.

Untuk menunjang kemampuan itu, beberapa kegiatan di prodi Ilmu Sejarah seperti seminar dan kajian-kajian ilmiah dengan mendatangkan pembicara dari Belanda atau Negara Eropa lainnya. Hal ini menjadi upaya untuk menunjang pengembangan pendidikan. Selain itu, adanya peneliti-peneliti asing yang sering meminta bantuan Ilmu Sejarah UNAIR untuk melakukan riset bersama mengenai kajian perkotaan.

“Bulan Desember tahun ini, ada mahasiswa S3 dari Chicago United States of America (USA) tertarik untuk riset disertasi tentang Islam Urban,” terang Gayung.

Upaya untuk menunjukkan eksistensi kajian sejarah perkotaan di prodi Ilmu Sejarah UNAIR juga dilakukan staf pengajar. Hal ini terbukti dengan hasil penelitian dosen Ilmu Sejarah UNAIR, serta adanya buku-buku karya pengajar seperti buku Pengantar Sejarah Kota tulisan Dr. Purnawan Basundoro, S.S., M.Hum.

“Kadang dosen kami, seperti Dr. Purnawan sempat diundang langsung ke Aceh sebagai pembicara mengenai sejarah perkotaan,” imbuh Gayung.

Terakhir, Gayung menambahkan bahwa prodi Ilmu Sejarah kerap diminta oleh instansi-instansi pemerintahan untuk menulis sejarah kota atau kabupaten di beberapa kota dan kabupaten. Kabupaten Lamongan, Kabupaten Sebatik Nunukan, dan Gresik merupakan daftar daerah yang tengah digarap prodi Ilmu Sejarah UNAIR .

“Penulisan sejarah lembaga sekarang ini menjadi trade mark, sehingga prodi Ilmu Sejarah UNAIR dibutuhkan banyak kalangan,” tutupnya.

Penulis : Ahmad Janni

Editor : Nuri Hermawan

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu