Aksi Sosial BEM FEB Ajarkan Pembelajaran yang Menyenangkan

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
bem feb
Salah satu mahasiswa sedang mendongeng dihadapan anak-anak SD Muhammadiyah 9 Kenjeran. (Foto: Dok. Pribadi)

UNAIR NEWS – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga kembali menghelat Economy Week (E-week), serangkaian kegiatan di penghujung kepengurusan yang turut menggandeng Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di FEB. Salah satu kegiatannya adalah Social Action.

Tahun ini, Social Action fokus untuk menyadarkan masyarakat bahwa Pantai Kenjeran dan kehidupan nelayan menyimpan sejuta potensi. Kali ini, kegiatan dilangsungkan di Desa Sukolilo Baru, Kecamatan Bulak, Surabaya.

“Potensi masyarakat di sana akan terdongkrak apabila Desa Sukolilo Baru diberdayakan dan dikembangkan,” tutur Nadya Pramesti, salah satu panitia Social Action.

Kegiatan Sekolah Pesisir yang berlangsung Sabtu (23/9) dilakukan dengan memberi materi belajar membaca dengan media buku dongeng di SD Muhammadiyah 9 Kenjeran.

“Kegiatan dilakukan di sana mengingat minimnya pengajar yang mampu memberikan edukasi bagi anak tingkatan sekolah dasar. Sehingga dengan adanya Social Action ini dapat memberikan edukasi sekaligus tempat berbagi para mahasiswa,” tambah Nadya.

Antusias tidak hanya datang dari panitia, melainkan dari adik-adik di Desa Sukolilo Baru. Suasana ramai dan penuh semangat memenuhi Aula di lantai 2. Sebagian mengajarkan nama-nama hewan, menari, dan dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkatan kelas. Kakak-kakak pengajar dari mahasiswa mengajarkan beberapa mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan alam.

Ke depan, kegiatan tidak hanya seputar mengajar dua minggu sekali, namun juga terdapat kegiatan pemberdayaan ibu-ibu rumah tangga sekitar.

Social Action kali ini ditutup dengan membersihkan Pantai Kenjeran. Mengingat, Pantai Kenjeran saat ini sudah menjadi destinasi wisata.

“Dengan ini, harapannya kesadaran sosial kita sebagai mahasiswa lebih meningkat. Lebih peka bahwa di sekitar kita masih banyak anak-anak yang belum mengetahui pentingnya pendidikan. Memang kebanyakan alasannya adalah minim biaya dan membantu orang tua. Tapi kita harus lebih peka akan realitas sekitar,” tukas Nadya. (*)

Penulis : Siti Nur Umami

Editor : Binti Q. Masruroh

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu