Ade Armada Sutedja, aktif di berbagai organisasi dan terjun langsung di lapangan. (Foto: Ist)
ShareShare on Facebook53Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

 

UNAIR NEWS – Akibat tidak efektifnya komunikasi antara dokter dengan pasien bisa mengakibatkan sengketa medik antar-keduanya. Meskipun dari dimensi knowledge dan softskill sudah sangat baik, namun buktinya dalam dimensi afektif/attitude masih belum maksimal. Kondisi demikian mendorong Dr. Ade Armada Sutedja, dr, M.Kp, melakukan penelitian untuk topik disertasinya.

Karya ilmiah itulah yang juga menunjang Ade dinobatkan sebagai wisudawan terbaik S-3 Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, dalam wisuda September 2017 ini. Ia lulus dengan IPK 3.97.

Dalam risetnya, Ade menjelaskan, sengketa medik yang timbul antara dokter- pasien sekitar 80% dipicu oleh komunikasi yang kurang efektif. Karena komunikasi berkaitan dengan compassionate behavior, atau perilaku welas asih. Oleh sebab itu perlu dilakukan pengembangan perilaku welas asih oleh dokter umum kepada pasien,” jelasnya.

Tahun 2013 ia pernah menyandang predikat wisudawan terbaik di FISIP UNAIR Program Studi Kebijakan Publik. Tahun ini, predikat membanggakan itu diraihnya lagi setelah melewati cobaan berat yang menyebabkan ia patah kaki di empat lokasi, yaitu paha kanan, kiri, tulang kering, dan angkel.

”Saat akan ujian kelayakan disertasi, saya kecelakaan sepeda motor. Saat itu pembimbing saya, Dr. dr. Hariadi Soeparto, menyemangati bahwa ‘Itu cuma incident not accident. Tangan dan otak masih bisa berfikir. Segera selesaikan Doktormu, tak perlu cuti.’ Saya turuti saran beliau,” ujarnya.

Selain sibuk sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia Komisariat Jombang, Ketua Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Komisariat Jombang, Kabid Hukum dan Pembelaan Anggota PDUI Jatim, Kabid P2KB IDI Jombang, dan Ketua Assosiasi Klinik (Asklin) Jombang. Ayah dua anak itu membuktikan bahwa jabatan multifungsi tidak membatasinya untuk meraih prestasi akademik.

Bagi Ade, terpenting tetap menanamkan motto dalam action yang tertanan dalam dirinya: iman, amal, ilmu, self improvement, dan istiqomah. (*)

Penulis: Disih Sugianti

Editor: Binti Q. Masruroh/ Bes

ShareShare on Facebook53Tweet about this on Twitter0Email this to someone