Wakil guberbur Jawa Timur Drs. H. Syaifullah Yusuf menyampaikan sambutan dalam Musyawarah Kerja Nasional Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) III [Foto: Helmy Rafsanjani]
ShareShare on Facebook31Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga menjadi tuan rumah Musyawarah Kerja Nasional Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) III yang sebelumnya berlangsung di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Pada Mukernas APPTI III ini, “Peran APPTI dalam memformulasikan perkembangan demokrasi” diangkat menjadi tema kegiatan. Acara ini bertujuan untuk mensinergikan lembaga penerbit perguruan tinggi se Indonesia dalam memajukan kiprahnya.

“Selain untuk memperbaiki kesenjangan antar penerbit universitas, APPTI III ini menjadi wadah diskusi dalam mendukung perkembangan kedepannya,” ucap Drs. Aribowo M.S selaku tuan rumah yang juga direktur Airlangga University Press.

Hadir dalam acara tersebut, Dirjen Kelembagaan Kemenristek Dikti Dr. Ir. Patdono Suwgnjo M. Eng., Sc., menyampaikan dukungan serta apresiasi atas terselenggaranya APPTI III yang dikuti oleh 49 pergguruan tinggi. Petugas eslon I dikti ini menyampaikan bahwa perkembangan penerbitan begitu cepat, untuk itu harus direspon cepat dalam menyikapi dunia persaingan yang kompetitif.

“Penerbit universitas sudah saatnya untuk berkiprah merangkum gagasan terbaik di masing-masing universitas,” imbuhnya.

Turut hadir juga Wakil Gubernur Jatim Drs. H. Syaifullah Yusuf. Dalam sambutannya, wagub yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan, tantangan era digital perlu dianggap serius. Pasalnya, perkembangan pengetahuan sangat penting di era digital. Gus Ipul berpesan bahwa penerbit harus mengantisipasi adanya hal semacam ini dan harus mempublikasikan karya ilmiah dengan versi digital.

Menambahkan pernyataan Gus Ipul, Wakil Rektor IV Junaidi Khotib, S.Si., M.Kes., Ph.D dalam kata sambutannya mengatakan, data terakhir yang disampaikan Ikatan Penerbit Indonesia (IKPI) menyebutkan bahwa jumlah buku yang diusulkan untuk mendapatkan international book number sebanyak 44.128 judul buku. Bila dirata-rata dari 711, penerbit itu hanya menerbitkan 62 judul pertahun.

“Ini menandakan bahwa masih jauh dari harapan yang harusnya setiap penerbit harus bisa menerbitkan lebih dari 200 buku setiap tahunnya untuk bisa mencerdaskan bangsa,”  jelasnya.

Junaidi melihat bahwa perkembangan era digital, khusunya bagi mahasiswa yang sekarang ini lebih banyak menggemari tulisan-tulisan elektronik. Hal ini memberi tantangan tersendiri bagi panerbit untuk bisa terus berinovasi. Sehingga, nantinya dapat mewujudkan kecerdasan bangsa.

“Acara ini diharapkan semakin meningkatkan minat baca masyarakat dengan didukung penuh oleh tersedianya karya ilmiah yang bermutu. Namun, dapat dijangkau oleh masyarakat luas melalui peran yang dirumuskan APPTI,” imbuh Junaidi.

Penulis : Helmy Rafsanjani

Editor : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook31Tweet about this on Twitter0Email this to someone