terkesan
Dewa Ayu Mirah Indrayani, Wisudawan Terbaik S-1 FK UNAIR dengan busana khas Bali-nya. (Foto: Ist)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Kegiatan praktikum seringkali menghadirkan pengalaman berkesan. Ini pula yang dirasakan Dewa Ayu Mirah Indrayani, lulusan terbaik asal Program Studi S-1 Pendidikan Bidan.

Selama menempuh pendidikan sebagai calon bidan, pengalaman paling mengesankan baginya adalah ketika ia duduk di semester empat. Saat itu, Mirah dan teman-teman seangkatannya mengikuti praktik klinik selama dua minggu yang selalu diadakan setiap akhir semester. Namanya stase persalinan fisiologis.

“Untuk pertama kalinya saya  menyaksikan langsung bagaimana jalannya proses persalinan. Betapa kerasnya perjuangan wanita melahirkan anak. Karena terbawa suasana, sampai saya lupa harus ngapain (melakukan sesuatu),” ungkapnya. Ditambahkan, bahkan sensasi merasakan pengalaman pertama membantu menangani persalinan masih terbawa sampai sekarang.

“Sampai sekarang, setiap praktik klinik dan menangani pasien bersalin, saya teringat ibu terus. Rasanya ingin pulang, peluk ibu dan bilang terima kasih,” ungkapnya.

Namun setiap kali dirundung rindu, Mirah tidak serta merta bisa pulang dan bertemu langsung dengan sang ibu. Sebab, tempat tinggal keduanya kini sedang berjauhan. Mirah di Surabaya, sementara keluarganya berkumpul di Klungkung, Bali.

Sejak kecil, Mirah tidak pernah jauh dari orang tua. Pilihan untuk menempuh pendidikan S-1 di Surabaya mendorongnya untuk berani hidup mandiri.

“Wajar ya, awal kuliah sering homesick. Tapi itu malah menjadikan motivasi saya untuk belajar lebih giat. Kalau kepengin liburan, saya harus belajar lebih giat agar nanti tidak tersita dengan perbaikan ujian,” ungkapnya.

Rencananya setelah diwisuda, peraih juara III lomba penulisan artikel Artikel Penyegaran  dalam ajang National Camp Midwifery Students Competition (NCMSC) 2015 ini masih akan melanjutkan ke jenjang profesi. Setelah itu, ia berencana akan kembali ke kampung halaman dan mengabdikan diri sebagai bidan di Bali. (*)

Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha

Editor: Defrina SS, Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone