Kesetiakawanan di UKM UNAIR terus diasah
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Masuk organisasi di Unit Kegiatan Mahasiswa pasti memiliki banyak manfaat. Salah satunya, menambah jejaring pertemanan dan kekerabatan. Para mahasiswa akan memiliki banyak kawan alumni yang merasa masih memliki ikatan persaudaran almamater.

Hal itu diungkapkan oleh Wahyu Nur Wahid dari UKM Wanala. Dia mengatakan, hubungan antara senior, junior maupun alumni, berjalan dengan akrab. Selama ini, alumni Wanala bahkan berkenan menampung lulusan anyar untuk bekerja di perusahaannya.

“Ada alumni Wanala bilang, kalau sudah masuk sini, umur serasa berhenti. Karena selalu dipanggil mas atau mbak, meskipun sudah punya anak,” kata dia.

Apalagi, sejauh ini di Wanala, ketika ada rapat AD/ART, harus ada alumnus yang hadir untuk memberi konsultasi. Dalam agenda tahunan seperti pendidikan dasar, alumnus pasti hadir. “Apalagi kalau sudah ada kegiatan besar, para alumni pasti ikut berkontribusi,” tambah mahasiswa Ilmu Administrasi Negara itu.

Di Wanala sendiri terdapat sejumlah divisi. Yakni, Hutan Gunung (HG), Pendidikan Lingkungan Hidup dan Alam Bebas (PLHAB), Susur Gua (caving), Panjat Tebing (Rock Climbing), Sungai Danau dan Samudra (SDS). Selain itu ada juga kegiatan sosial, maupun Search and Rescue (SAR).

Diwawacara pada kesempatan berbeda, Ketua UKM Resimen Mahasiswa (Menwa) Axel Prastha Radityo mengungkapkan hal serupa. Dia menuturkan, Menwa adalah UKM yang pertama kali berdiri di UNAIR. Tak heran, jumlah alumni Menwa sangatlah banyak.

Sampai saat ini, komunikasi antara mahasiswa dan para alumni terjaga dengan baik. Alumnus Menwa masih sering menghadiri acara-acara yang diadakan di kampus. Selain itu, ada grup media sosial (WhatsApp) yang berisi alumni serta mahasiswa untuk saling bertukar pikiran dan pengalaman.

“Yang didiskusikan adalah banyak hal. Tidak hanya soal Menwa, namun juga berkaitan dengan kehidupan di masyarakat,” urai mahasiswa Fakultas Hukum tersebut.

Di sisi lain, hubungan antara senior dan junior pun berjalan dengan bagus. Para senior melaksanakan kewajiban membimbing junior. Meskipun dalam hubungan senior dan junior ada sedikit jarak pemisah (terkait titel jabatan di Menwa), hubungan antar anggota Menwa adalah keluarga.

Para senior bertindak sebagai “orangtua” dan mencontohkan teladan yang baik bagi anggotanya sehingga dapat ditiru oleh para juniornya. Ini adalah buah dari setiap pelatihan dan pendidikan yang selalu ditekankan jiwa korsa atau rasa senasib sepenanggungan. Yang menumbuhkan persaudaraan, ikatan batin yang kuat dan rasa saling memiliki antara anggota Menwa.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai "Menyikapi Perang Informasi", kumpulan puisi "Balada Pencatat Kitab", dan kumpulan cerita pendek "Merantau". Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.