Seni modern dan tradisional bisa dipelajari di UKM
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Salah satu divisi di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UNAIR adalah kesenian. Di sana, terdapat antara lain, Unit Kegiatan Tari Karawitan, Fotografi, Sinematografi, Teater Mata Angin, Paduan Suara, Orkestra, dan Seni Religi.

Mereka selama ini berkiprah di banyak event. Baik di level nasional, maupun internasional. Sejauh ini, tidak ada kesulitan mencari anggota UKM untuk divisi ini. Sebab, secara naluriah, kesenian dibutuhkan oleh para mahasiswa.

“Seni itu seperti candu. Kalau sudah kadung cinta pada kesenian, hidup jadi tidak enak bila tidak bertemu dengannya,” kata Ketua Divisi Kesenian UKM UNAIR Annisaa’ Hanif.

Mahasiswi Fakultas Keperawatan itu menegaskan, tidak hanya meraih prestasi melalui lomba-lomba. UKM di divisi kesenian juga kerap melakukan pagelaran atau pementasan. “Penontonnya dari berbagai kalangan. Banyak. Pertunjukkan memuaskan. Itu kan juga prestasi,” kata anggota UKM Teater Mata Angin tersebut.

Ruang lingkup yang dipelajari pun sering kali lebih luas. Misalnya, di Teater Mata Angin, tidak hanya belajar teater dan seni peran. Namun juga, make up, tata panggung , tata lighting, musik tradisional dan modern , dan masih banyak lagi.

Ditambahkan Fitri Rismayanti, sesama anggota Mata Angin, kesenian tidak hanya berperan untuk  menghibur. Namun juga,  melalui seni para mahasiswa bisa belajar berinteraksi dengan orang lain dan menempatkan diri saat berhubungan dengab orang lain.

“Selama ini, banyak alumnus yang berangkat dari UKM kesenian sukses saat turun di masyarakat,” urai dia.

Apa yang diajarkan di UKM telah memberi gambaran tentang kehidupan di masyarakat. UKM juga melatih para anggotanya untuk sportif dalam berkompetisi. Artinya, UKM melahirkan orang-orang yang kompetitif dan jujur.

Memang, tidak semua anggota UKM akan menjadi profesional di bidang yang sama dengan UKM tersebut. Meski demikian, ada semangat juang yang telah dilatih di UKM, yang pasti bermanfaat saat seseorang terjun ke masyarakat.

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai "Menyikapi Perang Informasi", kumpulan puisi "Balada Pencatat Kitab", dan kumpulan cerita pendek "Merantau". Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.