UKM di divisi kerohanian membuat para mahasiswa religius
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Apa yang dipelajari di UKM kerohanian bukan hanya soal ketuhanan. Melainkan pula, tentang hidup bersama di masyarakat. Salah satu anggota UKM Budha Irene Sugiarto mengatakan, pelajaran ketuhanan tidak cukup sekadar menambah ilmu. Namun juga, mesti berbuat baik.

Dia mencontohkan, dalam agamanya, Buddha berasal dari bahasa sansekerta (Budh) yang berarti menjadi sadar, kesadaran sepenuhnya, bijaksana, dikenal, diketahui, mengamati,dan  mematuhi. Buddha sendiri berarti seseorang yang telah mencapai penerangan atau pencerahan sempurna dan sadar akan kebenaran kosmos serta alam semesta.

Dharma mengandung empat makna utama yaitu doktrin ; hak, keadilan, kebenaran ; kondisi ; barang yang kelihatan atau phenomena. Sehingga Buddha Dharma adalah suatu ajaran yang menggunakan hakekat kehidupan berdasarkan Pandangan Tenang yang dapat membebaskan manusia dari kesesatan atau kegelapan batin dan penderitaan yang disebabkan ketidakpuasan.

Buddha Dharma meliputi unsur-unsur agama, kebaktian, filosofi, psikologi, filsafah kebatinan, metafisika, tata susila, etika, dan sebagainya. Semua karakter luhur di atas tentu mesti diaplikasikan pada kehidupan sehari-hari.

“Kami diajarkan untuk bisa menjadi seseorang yang bermanfaat bagi manusia dan makhluk-makhluk lainnya. Salah satu program kerja kami adalah baksos, ini merupakan salah satu contoh kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” urai dia.

Pada kesempatan berbeda, Ketua UKM Kerohanian Islam Affan Muhammad Andalan mengutarakan, slogan kampus excellence with morality adalah simbol keseimbanga. Antara ranah akademik dan non akademik. Yang kalau ditelaah lebih lanjut (ketentuan dalam Statuta Universitas Airlangga, PP No. 30 Tahun 2014) ternyata moralitas yang dirujuk ialah yang berdasarkan nilai agama.

“Karena Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna, maka tentu hubungan makhluk dengan pencipta dan hubungan makhluk dengan sesama makhluk sama-sama diatur. Itulah yang kami pelajari di UKM,” kata pria yang biasa disapa Affan tersebut.

Alquran menjelaskan, tujuan penciptaan manusia tak lain untuk beribadah kepada Tuhan. Di sisi lain, banyak pula ayat-ayat yang menyerukan agar bersikap baik atau akhlaqul karimah dengan sesame manusia, bahkan menjadi rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil alamin).

Almarhum Prof. Dr. Kuntowijoyo mengatakan, pandangan yang ternyata sesuai dengan pemahaman Al-Quran surat Ali Imran ayat 110. Yakni, kepemimpinan profetik adalah kepemimpinan yang membawa misi humanisasi, liberasi, dan transendensi.

Yang pertama ialah “ta’muruna bil ma’ruf”, yang diartikan sebagai misi humanisasi yaitu misi yang memanusiakan manusia, mengangkat harkat hidup manusia, dan menjadikan manusia bertanggung jawab terhadap apa yang telah dikerjakan.

 

Yang kedua ialah “tanhauna‘anil Munkar ” yang diartikan sebagai misi liberasi. Yaitu, misi membebaskan manusia dari belenggu keterpurukan  dan ketertindasan. Yang ketiga ialah “ Tu’minuna Billah”, diartikan sebagai misi transedensi. Yaitu, manifestasi dari misi humanisasi dan liberasi yang diartikan sebagai kesadaran ilahiyah yang mampu menggerakkan hati dan bersikap ikhlas terhadap segala yang telah dilakukan.

“Kegiatan-kegiatan  kami diantaranya ada kajian-kajian keislaman, pembinaan baca Alquran dan peringatan hari besar Islam. Yang jelas, semua bersandar pada semangat Islam,” ungkap mahasiswa jurusan Ilmu Hukum itu.

 

 

 

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Alumnus S2 Media dan Komunikasi Universitas Airlangga. Penulis buku kumpulan esai "Menyikapi Perang Informasi", kumpulan puisi "Balada Pencatat Kitab", dan kumpulan cerita pendek "Merantau". Editor foto dan berita di www.news.unair.ac.id. Bergiat di www.suroboyo.id.