Kenang Profesor Prajitno, Komunitas POGI RUNNERS Lari Sejauh 8 Kilometer

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Komunitas POGI RUNNERS
Komunitas POGI RUNNERS pada acara "Tribute Run To Prof Prajitno". (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Guru Besar Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran UNAIR, Prof.R. Prajitno Prabowo, dr., Sp.OG(K) tampaknya akan selalu menjadi sosok guru yang berkesan di hati para sejawat dokter, khususnya yang berkecimpung di bidang Obstetri dan Ginekologi . Bagaimana tidak, sepeninggal Prof Prajitno pada hari Minggu (17/9) lalu, para sejawat dokter ini masih terkenang dengan sosok guru idola mereka.

Untuk mengenang jasa Prajitno, sekumpulan dokter ahli Obstetri dan Ginekologi FK UNAIR yang tergabung dalam komunitas POGI RUNNERS menggelar acara Tribute Run To  Prof Prajitno pada Kamis (21/9).

Acara ini diikuti oleh puluhan peserta dari  komunitas POGI RUNNERS serta Komunitas ORTHO PLAYON. Mereka terdiri atas dokter muda, mahasiswa PPDS, dosen, hingga para alumni FK UNAIR yang memiliki kesamaan hobi olah raga lari. Selain diikuti oleh komunitas region Surabaya, acara serupa juga diikuti oleh  sejawat dokter obgin dari luar kota.

Ketua acara dr. Aldi, SpOG., menuturkan, acara ini diselenggarakan sebagai wujud penghormatan kepada sang mendiang  Prajitno. “ Bagi kami, beliau  adalah guru bagi semua orang , yang kami hormati karena kebaikan hatinya, murah senyum, dan penuh dedikasi,” ungkapnya.

Puluhan peserta berlari sejauh 8.0 Kilometer di area Pakuwon Laguna Surabaya sejak pukul 06.00 WIB.  “Alasan kami  menempuh jarak lari 8.0 Km adalah karena almarhum meninggal di usia ke 80 tahun,” ungkapnya.

Semasa hidup, Prajitno dikenal sebagai salah satu pionir berdirinya sekolah spesialis pendidikan obgin di Surabaya. Bahkan, ketika belum banyak dokter yang mengembangkan teknik laparoskopi di Surabaya, Beliau sudah lebih dulu merintis teknik laparoskopi hingga dikenal di luar negeri.

Sisi humanis yang melekat dalam diri Prajitno dirasakan oleh dr. Hari Nugroho, SpOG., yang juga anggota OBGIN RUNNERS.  Sebagai sejawat junior, Hari mengenang Prajitno sebagai sosok guru pengayom dan penuh hangat, khususnya kepada para anak didiknya.

Menurutnya, Prajitno adalah pribadi yang sederhana. Sebagai guru, beliau menerapkan metode perkuliahan yang tidak monoton. Tidak hanya itu, baginya Prajitno lebih sering mengajak mahasiswanya berdiskusi dan bahkan ngobrol ‘ngalor-ngidul’.

“Saya paling ingat kebiasaan beliau. Hampir setiap minggu Beliau mengundang para mahasiswanya belajar bersama di rumah. Selain ditentir, beliau juga ajak mahasiswanya makan bersama-sama. Kami banyak ngobrol sambil belajar. Itulah cara beliau membangun keakraban. Kami mahasiswanya  selalu menanti-nanti momen kebersamaan dengan beliau,”  kenangnya.

Terkenang dengan momen kebersamaan yang sudah terbangun cukup lama antara sang guru dengan para muridnya tentu tidak akan mudah dilupakan. Sebagai salah satu Departemen yang cukup solid, kegiatan  Tribute Run to Prof Prajitno diharapkan dapat menginspirasi para sejawat dokter.

Sementara itu, Aldi menuturkan, komunitas POGI RUNNERS sudah terbentuk sejak tiga tahun lalu. Jauh sebelum komunitas ini lahir, rupanya tidak sedikit para dokter obgin yang demen lari. Melihat antusiasme yang cukup tinggi di antara sejawat dokter, lama-kelamaan dibuatlah komunitas bernama POGI Runners, yang diketuai oleh Wakil Dekan II FK UNAIR Prof. Dr. Budi Santoso, dr .SpOG(K).

Kehadirnya sebuah komunitas sebenarnya cukup efektif untuk menjaga eksistensi dan konsistensi. Terlebih lagi, jadwal aktivitas dokter umumnya terbilang padat, maka  komunitas ini bisa menjadi wadah komunikasi antar anggota untuk tetap konsisten berolahraga. Semoga masyarakat juga terinspirasi!

Penulis : Sefya Hayu

Editor : Nuri Hermawan

 

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu