Dokter Spesialis
Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso saat memberikan ucapan selamat kepada dokter spesialis baru. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kembali mencetak lulusan dokter spesialis baru. Kali ini, Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr, SpU (K) melantik sebanyak 74 orang dokter spesialis baru angkatan ke 122 di Aula FK UNAIR, Rabu (20/9). Mereka adalah lulusan Program Pendidikan Dokter Sub spesialis dan Spesialis 1 dari 17 program studi di FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Terhitung sejak berdirinya Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis tahun 2002 hingga sekarang, FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo telah berkontribusi meluluskan sebanyak 3.118 dokter spesialis. Sementara total keseluruhan dokter spesialis di Indonesia sebanyak 30 ribu orang.

Wakil Direktur Pelayanan Medik RSUD Dr. Soetomo Dr. Djoni Wahyuhadi, dr., Sp.BS dalam sambutannya mengatakan, sekolah dokter spesialis adalah yang terberat diantara jenjang pendidikan dokter lainnya. Hal ini mengingat selama menempuh pendidikan dokter spesialis, mahasiswa dituntut untuk fleksibel menghadapi berbagai tekanan pekerjaan sekaligus tugas kuliah. Selama satu minggu mahasiswa pendidikan dokter spesialis bekerja selama 80 jam di rumah sakit sambil belajar mengerjakan tugas kuliah.

“Sehari-hari mahasiswa prodi dokter spesialis ini belajar paraktik di rumah sakit, sampelnya manusia. Sehingga mereka betul-betul harus teliti jangan sampai keliru menangani pasien,” ungkapnya.

Di era saat ini, tantangan menjadi dokter spesialis tampaknya semakin tidak mudah. Persaingan dimana-mana dan dibarengi dengan kebijakan pemerintah yang senantiasa berubah. Walaupun di tengah kondisi yang kurang kondusif, Djoni menekankan agar para lulusan dokter spesialis FK UNAIR –RSUD Dr. Soetomo tetap berpegang teguh pada Standar Operasional Prosedur (SOP) profesi dokter.

Saat ini SOP di RSUD Dr. Soetomo mengacu pada standar akreditasi nasional dan internasional. Di faskes manapun  masing-masing menerapkan SOP.

“Jadi mau bekerja di faskes manapun, dokter mustinya taat dengan SOP yang berlaku. Jika para dokter lulusan FK UNAIR –RSUD Dr. Soetomo konsisten memegang teguh pada SOP, maka harapan kami para dokter ini mampu meberikan pelayanan yang prima dan lebih berkualitas,” pungkasnya.

Penulis: Sefya Hayu

Editor: Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone