kegemaran
Syafril Riza memberikan paparan tentang kegemaran kepada peserta seminar, Sabtu (16/9). (Foto: Defrina Sukma S)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Hampir setiap orang pernah mengalami kebingungan dalam hidup. Termasuk para kawula muda. Sering kali, mereka dihadapkan pada pertimbangan sekaligus pilihan dalam menjalani kegiatan sesuai kegemaran.

Tapi, ada tanda-tanda yang bisa dirasakan ketika seseorang melakoni aktivitas yang sesuai dengan kegemarannya. Mentor profesional sekaligus dosen Syafril Riza memaparkan ciri-ciri tentang orang yang sudah bekerja sesuai kegemarannya di acara seminar “Apakah Pilihanku Salah?”, Sabtu (16/9), di Aula Kahuripan Kantor Manajemen Kampus C.

Ciri pertama yang diutarakan Syafril adalah mengalirnya rasa semangat ketika mengawali hari. “Orang yang bekerja sesuai passion-nya (kegemaran), dia pasti akan semangat memulai hari. Dia akan datang menyapa semua temannya dengan semangat,” terang Syafril di acara yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa D-3 Manajemen Perhotelan.

Ciri kedua yang tampak  adalah kemampuan mengendalikan emosi. Karena rasa semangat dan senang akan terus dirasakan oleh seseorang yang bekerja sesuai passion.

“Ini sekadar tips buat kamu yang belum menikah. Carilah pasangan yang bekerja atau berbisnis sesuai passion. Kalau dia berbisnis atau bekerja tidak sesuai passion, ketika dia pulang bekerja, dia hanya mengucapkan sumpah serapah,” imbuh Syafril seraya disambut gelak tawa peserta seminar.

Petanda ketiga yang dipaparkan Syafril adalah keberanian untuk mengambil risiko. Syafril yang hobi bermain bola basket menuturkan bahwa pekerja yang memiliki bidang yang selaras dengan kegemaran akan merasa tertantang untuk menjajal hal-hal baru.

Selain itu, hal yang tampak dari orang yang bekerja sesuai passion adalah totalitas dalam mengikuti aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaannya.

Syafril tak menampik bahwa menemukan kegemaran merupakan proses yang membutuhkan waktu. Ia mengaku, dirinya sempat ingin menjadi pegawai bank karena ingin berdandan rapi dan keren. Namun, keinginannya itu mendadak sirna ketika ditawari menjadi guru.

“Saya ditawari jadi guru ekstrakurikuler KIR (karya ilmiah remaja). Ternyata, saya suka. Saya senang jadi pusat perhatian dan sharing pengalaman. Sempat terjadi pertarungan batin. Tapi, pesan saya, carilah dan coba hal-hal baru sampai kamu menemukan passion,” kisahnya.

Syafril yang juga sering mengisi acara pelatihan sejenis di tempat lain juga sempat merasa bosan dengan kegemarannya yang menjadi rutinitas. Jika itu terjadi, penggemar drama Korea biasanya memilih untuk rehat sejenak dari rutinitas dengan melakukan kegiatan santai seperti jalan-jalan maupun wisata kuliner.

Di akhir perbincangannya dengan para peserta, ia berpesan agar mereka menjalani hidup dengan rasa optimis namun realistis. Berpikir positif memang diperlukan tetapi harus diimbangi dengan pertimbangan-pertimbangan matang.

Penulis: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone