industri kreatif
(Dari kiri) Tora Sudiro, Abimana Aryasatya, dan Indro berada di panggung EMTEK Goes to Campus Airlangga Convention Center, Selasa (13/9). (Foto: Helmy Rafsanjani)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Indrodjojo Kusumonegoro atau yang akrab disapa Indro ‘Warkop’ mengatakan bahwa perkembangan industri kreatif di Indonesia banyak dipenuhi anak-anak muda. Pernyataan itu disampaikan sesaat sebelum mengisi acara “EMTEK Goes to Campus” di Airlangga Convention Center, Rabu (13/9).

“Kreativitas itu pasti yang memenuhi anak-anak muda. Masalahnya, anak-anak muda mau nggak mengembangkan industri kreatif itu,” tutur pemeran Indro Warkop dalam film “Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss” Part 2.

Untuk menggerakkan industri kreatif, anak-anak muda harus memiliki kemauan untuk mengasah kreativitas yang mampu memutar roda perekonomian sekaligus bermanfaat bagi orang lain.

“Apa yang dibutuhkan oleh industri kreatif adalah kemauan kita sebagai anak muda untuk berbuat, bukan hanya membahas tetapi juga membuat. Itu adalah statement (pernyataan) bahwa industri kreatif adalah miliknya kaum muda. Nah, dia contohnya,” terang Indro seraya menunjuk aktor Abimana Aryasatya yang berada di sampingnya.

“Eh tapi, saya nggak muda-muda banget,” timpal Abimana, pemeran “Dono Warkop” dalam film yang sama, sambil tertawa.

Abimana sepakat dengan pernyataan yang disampaikan Indro. Menurut aktor kelahiran Jakarta itu, industri kreatif memang membutuhkan olah rasa dan pikiran anak-anak muda. Ia pun menghendaki agar anak-anak muda terus menciptakan produk-produk inovatif. Pasalnya, perkembangan digital membuat informasi berjalan cepat dan tak mengenal batas.

“Seluruh orang-orang bisa nyiptain (menciptakan) produk-produk yang inovatif yang baru. Jangan vlog melulu karena itu sangat membosankan. Cari sesuatu yang kreatif karena sudah tidak ada batasannya lagi sekarang apalagi sekarang kan ada internet. Gapai cita-citamu setinggi langit,” pesan Abimana.

Indro lantas berpesan agar anak-anak muda terus melahirkan karya-karya baru selagi masih punya kesempatan. Hal ini erat kaitannya dengan konsistensi. Lelaki yang memulai karirnya sejak tahun 1978 itu membuktikan bahwa dirinya masih bisa eksis di industri hiburan, sesuatu yang menjadi hasratnya selama ini.

“Ini adalah sebuah komitmen. Ini panggilan dan pilihan. So, ketika kita sudah memilih sesuatu, tunjukkan komitmen dan konsistensi,” tambah Indro.

Senada dengan Indro, Abimana yang juga bermain dalam film “Bulan Terbelah di Langit Amerika” ini mengatakan, bermain film telah ia lakoni hampir setengah hidupnya. Ia juga berpesan agar anak-anak muda konsisten menjalani aktivitas yang menjadi pilihan hidup masing-masing.

Penulis: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone