perpustakaan
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI) Universitas Airlangga, Dr. Ir. Sri Hidanah, MS., ketika menerima penghargaan “Grey Literature” dari Perpustakaan Nasional RI, arena “Indonesia Internasional Book Fair”, di JCC Jakarta, 11 September 2017. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Sekretaris Lembaga Penelitian dan Inovasi (LPI) Universitas Airlangga, Dr. Ir. Sri Hidanah, MS., hari Senin (11/9) kemarin mewakili LPI Universitas Airlangga menerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC).

Penghargaan yang diperoleh LPI Universitas Airlangga itu dalam kategori ”Grey Literature”, yang diterima bersama dengan Universitas Pendidikan Negeri ‘Ganesa’ Denpasar, Bali, serta Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

Penghargaan tersebut disampaikan ditengah-tengah penutupan acara “Indonesia Internasional Book Fair” yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional RI, di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, pada 6-10 September 2017.

”Penghargaan ini diberikan untuk penerbit majalah, jurnal, buletin, buku dan grey literatur, baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta,” kata Dr. Ir. Sri Hidanah, MS., kepada unair.news.

Menjawab pertanyaan mengapa Universitas Airlangga memperoleh predikat “Grey Literatur”? Diterangkan Dr Sri Hidanah, karena LPI UNAIR konsisten dan selalu mengirimkan hasil-hasil penelitian ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Hal itu dilakukan oleh LPI UNAIR karena sesuai ketentuan dalam Undang-undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

perpustakaan
PARA penerima penghargaan dari Perpustakaan Nasional RI dalam beberapa kategori. (Foto: Istimewa)

Dijelaskan oleh Sri Hidanah, sesuai dengan dalam literatur, bahwa yang dimaksud “Grey Literatur” atau literatur kelabu adalah merupakan salah satu jenis koleksi di perpustakaan perguruan tinggi yang terdiri dari laporan penelitian atau dokumen-dokumen yang merupakan hasil kajian karya ilmiah, makalah seminar, terbitan pemerintah.

Mempertimbangkan juga pendapat Mason dalam Evrita (2010) dan Raymond John Prytherch (2005), dapat dijelaskan bahwa “Grey Literatur” atau literatur kelabu adalah kumpulan koleksi yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah, institusi akademik, pusat penelitian, perhimpunan, lembaga atau asosiasi lainnya yang terdapat berupa makalah seminar, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertasi, terbitan pemerintah baik dalam bentuk tercetak maupun elektronik. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone