Pekan Seni
Alfian Andhika Yudistira (tengah) bersama komunitas Mata Hati saat beraksi di Pekan Seni FISIP UNAIR. (Foto: Istimewa)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Jeda sejenak dari rutinitas perkuliahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR menggelar acara Pekan Seni. Acara yang baru pertama kali dilaksanakan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Dekan I FISIP UNAIR  Prof. Dr. Budi Prasetyo, Drs., MSi., pada Senin (11/9).

Dalam sambutannya, Budi menyampaikan bahwa pekan seni ini menjadi pekan senang-senang mahasiswa FISIP dan pada pekan itu pula mahasiswa FISIP diliburkan sejenak dari rutinitas perkuliahan.

“Dengan pekan seni ini saya harap semua bisa menikmati dan bisa sejenak melupakan rutinitas perkuliahan,” tuturnya.

Menambahkan pernyataan Budi, Namus Nasution selaku ketua penyelenggara menyampaikan bahwa acara pekan seni di kampus yang memiliki jargon kritis, pluralis, humanis, dan demokratis tersebut  merupakan acara untuk mengenalkan kepada mahasiswa baru bahwa pergerakan sosial da politik bisa melalui seni.

“Ke depan pekan seni ini merupakan serangkaian acara ospek fakultas, sehingga mahasiswa baru lebih tahu kehidupan sosial politik dan seni di lingkungan FISIP,” terangnya.

Hadir untuk memeriahkan acara tersebut Alfian Andhika Yudistira mahasiswa Jurusan Antropologi angkatan 2016. Alfian sendiri merupakan salah satu mahasiswa penyendang tuna netra pertama yang diterima di UNAIR. Mahasiswa yang tergabung di Komunitas Mata Hati itu menjadi penampil pembuka dalam gelaran pekan seni yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP, dia bersama dua temannya dari Komunitas Mata Hati membawakan 5 judul lagu.

Selain penampilan dari mahasiswa, gelaran pekan seni juga dimeriahkan oleh staff pengajar dan karyawan. Diawali dengan pembukaan yang bertempat di parkiran mobil FISIP,kemudian dilanjutkan dengan berbagai acara di enam tempay yang berbeda. Area pekan seni pertama berada di parkiran mobil untuk penampilan pentas seni, area kedua berada di taman demokrasi, area ketiga berada di taman belakang sebagai galeri pameran karya mahasiswa, area keempat di Aula Soetandiyo sebagai tempat diskusi, area kelima berada di ruang A 309 sebagai ruang Technical Meeting, dan area keenam di parkiran motor sebagai tempat berbagai macam perlombaan.

“Pekan seni ini akan berlangsung selama 5 hari, dan akan lebih meriah di hari jumat pada saat penutup acara karena akan dimeriahkan oleh dosen, alumni, dan guesstar,” imbuh Namus.

Di akhir wawancara, mahasiswa jurusan Ilmu Politik angkatan 2015 ini berharap, dengan adanya pekan seni tersebut semua elemen di lingkungan FISIP UNAIR lebih rekat lagi termasuk dengan alumni.

 

Penulis: Ahmad Janni

Editor : Nuri Hermawan

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone