ITEC
Rektor UNAIR Prof. Nasih saat memberikan sambutan pembukaan ITEC di UNAIR. (Foto: Helmy Rafsanjani)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih bersama Wakil Rektor Universitas Asia Professor Huei-Chen Ko resmi membuka Indonesian-Taiwan Education Center (ITEC). Pembukaan ITEC ditandai dengan pengguntingan bunga rampai di ruangan ITEC, Kantor Manajemen UNAIR, Selasa (12/9).

Seremoni peresmian ITEC yang dilangsungkan di lantai satu Rektorat UNAIR dihadiri oleh pejabat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, representatif Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei Indonesia dan Surabaya, serta para pimpinan perguruan tinggi di Indonesia.

Usai sambutan-sambutan dari para petinggi, acara dilanjutkan dengan peninjauan ruangan ITEC. Ruangan ITEC terletak di lantai satu Kantor Manajemen UNAIR. Setelah pintu masuk ruangan, terpampang sejumlah potret yang menggambarkan kebudayaan negara yang beribukota di Taipei.

Kantor ITEC di UNAIR menjadi satu-satunya urusan perwakilan universitas Taiwan yang ada di Indonesia. Huei-Chen Ko menuturkan, dipilihnya UNAIR sebagai lokasi kantor ITEC karena reputasi UNAIR sebagai perguruan tinggi terkemuka di Tanah Air.

Senada dengan Huei-Chen Ko, Nasih mengatakan bahwa keberadaan ITEC di UNAIR akan dimanfaatkan untuk mendongkrak internasionalisasi pendidikan. Menurutnya, Taiwan merupakan negara dengan jumlah mahasiswa maupun alumnus UNAIR terbanyak kedua yang melanjutkan studi di sana. Karena itulah peresmian ITEC menjadi peluang bagi UNAIR untuk mempererat dan memperluas bidang kerja sama pendidikan.

“Taiwan dan Indonesia kurang lebih setara termasuk segi cost (pembiayaan). Taiwan termasuk yang murah daripada Australia. Saya pikir, Taiwan merupakan salah satu destinasi tujuan kita (UNAIR), nomor dua terbesar mahasiswa UNAIR di sana. Karena lingkungan, budaya, value (nilai), dan harga­-harga relatif terjangkau dan kualitas terbaik,” tutur Nasih.

Bidang kerja sama pendidikan yang dilakukan di antaranya pengajaran, riset, dan pengabdian masyarakat. Di bidang pengajaran, UNAIR akan menambah jumlah mahasiswa yang mengikuti pertukaran di Taiwan. Begitu pula sebaliknya, diharapkan mahasiswa Taiwan akan semakin banyak yang dikirim ke UNAIR.

Mahasiswa UNAIR yang akan dikirimkan untuk belajar ke Taiwan berasal dari seluruh kelompok rumpun ilmu medis, hayati, dan sosial.

Direktur Airlangga Global Engagement Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih menambahkan, targetnya tahun 2018, UNAIR akan mengirimkan 50 mahasiswa untuk mengikuti pertukaran ke Taiwan, dan menerima 50 mahasiswa asal Taiwan di UNAIR. Selain itu, Nyoman berharap ada pertambahan program studi yang menjalin kerja sama gelar ganda (double degree) dengan perguruan tinggi di Taiwan.

Penulis : Defrina Sukma S

Editor : Nuri Hermawan

Video terkait :

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone