ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ratusan orang memadati ruang Amerta lantai IV gedung Rektorat Universitas Airlangga (UNAIR), Rabu pagi (13/9). Mereka menghadiri acara kuliah umum, dengan pembicara level internasional, tentang Stem Cell, yang diadakan oleh Stem Cell Research and Development Center UNAIR dan Institute for Regenerative Medicine, Sechenov University, Moskow, Rusia. Para hadirin berasal dari bermacam latar belakang, seperti, mahasiswa, dosen, peneliti, dan para pelajar yang berminat dengan dunia kedokteran maupun pengobatan.

Tampil sebagai narasumber Prof. Vladimir Mironov M.D. PhD, dari Sechenov University, dan Dr Purwati M.D. dari UNAIR. Prof Mironov secara khusus berbicara tentang Organ Printing: From Idea to New Industry. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Prof. Fedik Abdul Rantam.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor III bidang riset dan kerjasama Prof. Amin Alamsjah. Dalam sambutannya, Amin mengajak para hadirin untuk bersyukur karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini makin pesat. Termasuk, di bidang kedokteran dan kesehatan.

“Stem cell membawa harapan baru. Ada banyak persoalan kesehatan di dunia yang bisa dipecahkan melalui ilmu pengetahuan tentang stem cell,” papar dia.

Maka itu, tambah dia, kesempatan menambah wawasan tentang stem cell tidak boleh disia-siakan. Kuliah umum ini adalah salah satunya. Sementara itu, antusiasme hadirin tampak di venue acara. Berkali-kali, panitia harus menambah kursi karena orang-orang terus berdatangan.

Hadiri membeludak. Mereka menikmati kuliah umum dengan seksama.

“Dua pembicara kali ini memiliki banyak pengalaman. Mereka sering meneliti dan mengaplikasikan hasil penelitiannya,” kata Prof. Fedik yang kemudian memerkenalkan sekelumit profil Prof. Mironov dan Dr. Purwati di hadapan hadirin.

Dalam kesempatan ini, Prof. Mironov menyeritakan tentang peluang besar untuk memecahkan problem kesehatan khususnya berhubungan dengan penyakit organ dalam. “Organ printing, secara umum, berbicara tentang keinginan untuk ‘menciptakan’ atau membentuk organ manusia,” ungkapnya.

Ini merupakan alternatif selain transplantasi organ. Yang bisa digunakan tatkala ada orang yang mengalami masalah dengan organ dalamnya. Tentu saja, teknologi stem cell menjadi prinsip dasar penerapannya.

Sebagian orang mungkin menganggap ini sebagai kegilaan atau sekadar science fiction. Namun faktanya, penelitian yang sudah dilaksanakan belasan tahun ini bisa dijelaskan secara ilmiah.

Salah satu mahasiswa dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Guntur Hadi Laksono mengutarakan, kuliah umum ini membuka wawasannya tentang teknologi stem cell di level internasional. “Saya jadi tahu, sudah sejauh mana teknologi dan inovasi ini berkembang. Sedangkan saya sendiri, ingin pula berkonsentrasi untuk belajar tentang stem cell,” papar mahasiswa semester tiga ini. (*)

Author: Rio F. Rahman

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone