Mendalami Problem Preeklamsia, Herdiantri Lulus Terbaik S-2 FK UNAIR

UNAIR NEWS  – Herdiantri Sufriyana, MD, M.Sc memilih problem preeklamsia atau keracunan kehamilan sebagai topik utama dalam tesisnya. Alasannya, preeklamsia menjadi penyebab kematian ibu hamil terbanyak kedua di Indonesia. Dalam penelitiannya, peraih IPK 3,91 ini fokus pada upaya pencegahan. Bagi para bumil yang tinggal di desa, preeklampsia menjadi permasalahan tersendiri.

Penelitian Herdiansyah mengembangkan bentuk pencegahan komplikasi kehamilan tertentu melalui olahraga. Menurutnya, pencegahan dengan olahraga tertentu sebelum kehamilan tidak memerlukan banyak biaya dan dapat dilakukan dimana saja, termasuk di desa. Sementara jika dikembangkan pencegahan berupa obat atau suplemen, belum tentu dibeli apalagi dikonsumsi setiap hari sebagai pencegahan oleh semua golongan.

“Saya sering ditanya apakah hasil penelitian ini dapat dikomersialkan dalam bentuk produk? Saya jawab tidak. Namun, justru itu alasan saya mengembangkannya. Hanya, penelitian ini akan sangat menantang dalam hal pendanaan,” katanya.

Herdian telah lama menaruh minat pada penelitian ini. “Saya tertarik dan ‘nekad’ meneliti preeklamsia dan kehamilan. Karena inilah hal yang paling efektif mendorong saya belajar, yaitu passion, hasrat kuat mempelajari suatu hal,” tutur Herdian.

Keterbatasan fasilitas dan dana sempat menjadi kendala. Setelah sidang proposal, Oktober 2016, ada jeda lima bulan sampai akhirnya berhasil mendapatkan dana untuk memulai penelitian, Maret 2017. Tantangan lainnya, ia harus menenangkan belasan mencit selama 28 hari. Sehari setidaknya harus berada di lab selama 2-3 jam. Termasuk ketika melalui proses penghitungan sel. Total sel yang harus dihitung sekitar 144 ribu, dan memakan waktu 6 jam/hari selama 24 hari.

“Menghitung sel itu proses paling melelahkan. Meski dalam prosesnya dibantu oleh mahasiswa kedokteran hewan,” katanya. Namun semua itu pada akhirnya mampu dilewati dengan baik, dan kini Herdian lulus dengan predikat terbaik pula. (*)

Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha

Editor: Defrina S, bes