bersama
DALAM sebuah workshop, Muhammad Miftahussurur, sebagai mitra Prof. Takashi Matsumoto memberi penjelasan kepada peserta. (Foto: Ist)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Lembaga Penyakit Tropis (LPT/Institute of Tropical Disease) Universitas Airlangga meraih program World Class Professor (WCP) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Dengan demikian UNAIR dipercaya sebagai penyelenggara program yang menghadirkan kerjasama dengan professor/ahli dari lembaga peraih Nobel di universitas ranking 100 besar dunia.

Dijelaskan oleh Ketua LPT UNAIR Prof. Maria Lucia Inge Lucida, dr., M.Kes., Ph.D., Sp.MK(K), mitra LPT UNAIR dalam program WCP ini adalah Tokyo University dan Oita University, dua universitas diantara sebelas lembaga berperingklat 100 besar dunia yang bekerjasama dengan Kemeristekdikti RI. UNAIR merupakan satu dari lima universitas di Indonesia yang dipercaya melaksanakan program WCP. Yang lain diantaranya UI, UGM, ITB dan Undip.

Tokyo University yang berdiri 1877 ini merupakan universitas nasional pertama di Jepang, dimana Graduate School of Medicine-nya merupakan pascasarjana pertama yang memiliki spesialisasi kesehatan internasional (School of International Health). Sedang Oita merupakan Top 100 Rising Star University berdasarkan Nature Index.

”UNAIR memperoleh program WCP skema A, institusional, dan memperoleh bantuan professor/ahli dengan kegiatan penelitian, kuliah umum, seminar, workshop dan publikasi bersama. Kegiatan ini bisa diikuti oleh dosen, mahasiswa S2 dan S3, peneliti, bahkan peminat dari luar UNAIR,” kata Prof. Inge, panggilan akrabnya.

Dirancang program ini multy years selama tiga tahun mulai 2017 hingga 2019. Tahun pertama ini kegiatannya berupa kerjasama riset dan inisiasi Global Satellite Laboratory Research Center, publikasi jurnal internasional bereputasi Q1/Q2-SJR Scimago, dan inisiasi program studi double degree Magister Ilmu Kesehatan Tropis.

“Dengan program WCP ini diharapkan akan memacu percepatan jumlah dosen dengan kualifikasi S3, meningkatkan jumlah HAKI dan publikasi internasional bersama dan inovasi di bidang riset dan teknologi,” tambah Prof. Inge, Guru Besar FK UNAIR ini.

Dengan semangat mencapai kemajuan itu, UNAIR melaksanakan WCP dengan mengangkat tema ”Peningkatan Kapasitas Riset Penyakit Infeksi Saluran Cerna di Indonesia. Epidemiologi Molekuler dan Identifikasi bahan Aktif dari Tanaman”. Pada program ini akan difokuskan pada riset di bdiang infeksi Helicobacter pylori dan Entamoeba histolitica.

Hingga saat ini sudah tiga Guru Besar ahli yang datang “berbagi” di LPT UNAIR. Yang pertama Prof. Tomoyoshi Nozaki, Ph.D dari Tokyo University. Ia memantapkan Global Satellite Research of Entamoeba. Selain itu juga menambah pengetahuan tentang metode baru dalam persiapan sampel, memberikan tambahan informasi cara-cara mudah dan akurat metode cell culture, dan membimbing proses analisa dan pengolahan data bioassay anti amoeba dan anti malaria. Prof. Nozaki didampingi Studi Group Entamoeba dan Malaria yang dikoordinir Dr. Aty Widyawaruyanti dan Myrna Adianti, Ph.D.

bersama
SEBAGIAN peserta workshop dalam WCP di LPT Universitas Airlangga. (Foto: Ist)

Kemudian dari School of Tropical Medicine and Global Health, Nagasaki University, datang Daniel Ken Inaoka, Ph.D. Professor yang aktif meneliti penyakit infeksi secara molekuler ini memberikan ide baru dalam penelitian Infectious Disease. Ia juga memberikan tambahan informasi cara-cara baru, mudah dan akurat metode cell culture, khususnya pada Plasmodium falciparum, pembuatan enzim dari rekombinan dan teknik bioassay malaria.

WCP UNAIR juga menghadirkan Takashi Matsumoto, Ph.D., dari Department of Environment and Preventive Medicine, Oita University of Medicine, center yang maju dalam penelitian epidemiologi molekuler, yang salah satu penelitian unggulannya tentang Helicobacter pylori. Kunjungan Prof. Takashi di LPT UNAIR ini juga diisi dengan workshop Teknik Kultivasi Helicobacter pylori dan Metagenomic Analysis berkolaborasi dengan Muhammad Miftahussurur, MD., Ph.D, pakar Halicobacter pylori LPT UNAIR. (*)

Penulis: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).