Aktif Menulis Jurnal, Gabrielia Febrianty Raih Wisudawan Terbaik S-1 FH UNAIR

UNAIR NEWS Gabrielia Febrianty Shofiana patut berbangga lantaran dirinya berhasil menjadi wisudawan terbaik jenjang sarjana Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Ia lulus dengan IPK 3,94. Sebagai mahasiswa, perempuan kelahiran Banyuwangi ini menyadari adanya tantangan dalam mengatur waktu antara kuliah, organisasi, kepanitiaan, maupun kompetisi.

“Semasa kuliah, saya memilih berorganisasi dan kepanitiaan. Sebagai ganti bidang perlombaan, saya aktif dalam menulis jurnal karena membaca dan menulis merupakan hobi saya sejak kecil,” ujar alumnus SMAN 5 Surabaya ini.

Sampai saat ini ada tiga jurnal yang telah dipublikasikan oleh puteri Prof. Abd Shomad, Dekan FH UNAIR ini. Pertama, “Philosophy, Pancasila and Modern Technology”. Kedua, “BPK and BPKP in Determining State Finance Loss in Order to Gain Anti-Corruption Law Efficiency of Anti-Corruption Law”. Ketiga, “National Ombudsman of Indonesia Role and Strategies in Public Services Reform”.

Ketertarikannya terhadap hukum perbankan mendorongnya menulis skripsi berjudul “Bank Corporate Governance dalam Upaya Penanggulangan Krisis Perbankan”.

“Judul ini saya ambil sebagai tindak lanjut diundangkannya Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 mengenai Pencegahan dan Penanganan Krisis Keuangan. Sejak kuliah, saya memang mendalami dan merasa mampu dalam bidang hukum perbankan. Bersamaan dengan adanya undang-undang baru tersebut, saya mencari perihal yang dapat dijadikan dasar penelitian skripsi,” tutur perempuan kelahiran 3 Februari 1996.

Ketika kuliah, Gabrielia kerap kali menjadi delegasi di berbagai kegiatan kampus di tingkat nasional maupun internasional. Yang paling baru, ia mengikuti pertukaran mahasiswa ke Erasmus School of Law, Erasmus University Rotterdam selama satu tahun sampai 2017.

Gadis asal Surabaya ini juga berbagi tips agar mahasiswa bisa meraih prestasi saat berkuliah. “Yang paling penting adalah proaktif, mengerti konsekuensi dan bisa mengatur waktu, mengerti pula mana prioritas dan sampingan. Jika itu diterapkan, kita dapat menjadi individu yang terorganisir,” imbuhnya.

Penulis: Pradita Desyanti, Defrina SS

Editor: Bambang Bes