FKG UNAIR dan RSU Haji Tertarik Riset Implan Gigi

UNAIR NEWS – Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga menandatangi nota kesepakatan kerjasama dengan Direktur Rumah Sakit Umum Haji pada Jumat (8/9). Bertempat di ruang kerja direksi RSU Haji Surabaya, seremoni penandatanganan naskah kerjasama dihadiri oleh pimpinan dari kedua lembaga.

Direktur RSU Haji dokter Adi Wirajanto mengatakan, rumah sakit tipe B yang kini dipimpinnya telah ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan. Status baru itulah yang mendorong RSU Haji untuk memublikasikan hasil-hasil penelitian berupa artikel di jurnal ilmiah bereputasi.

“Saya ingin ke depan RSU Haji tidak hanya berfokus pada penanganan pasien saja tetapi akan muncul penelitian-penelitian. Karena dengan penelitian maka kualitas pelayanan kita akan menjadi prima,” tutur Adi.

Dengan menggandeng sivitas akademika FKG, pihaknya berharap publikasi penelitian itu akan berjalan mulus. Sebab FKG sendiri juga memiliki target yang sama, yakni peningkatan jumlah publikasi di jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus.

Ditanya soal topik penelitian, Direktur RSU Haji mengaku tertarik dengan riset soal implan gigi dan kesehatan gigi anak.

“Karena implan itu sekarang sedang tren ya. Saya juga tertarik dengan kesehatan gigi anak karena jika anak sudah diberi edukasi tentang merawat gigi dengan baik sejak dini, ke depan kondisi gigi dan tubuhnya akan sehat,” ucapnya.

Dekan FKG Dr. R. Darmawan Setijanto, drg., M.Kes, menambahkan topik riset yang akan dilakoni keduanya. Tak menutup kemungkinan, kedua pihak juga akan melakukan riset tentang evidence based medicine dan penyakit tropis.

Darmawan berharap, adanya kerjasama ini akan mendorong jumlah publikasi yang dihasilkan sivitas akademika FKG.

“Tahun ini, target kita 76 publikasi. Sementara yang sudah publikasi ada sekitar 25 artikel, dan accepted ada sekitar 5. Dengan adanya kolaborasi kita bisa menggalakkan penelitian dan submit (publikasi, -red),” tutur Darmawan.

Menurutnya, potensi penelitian terbesar adalah dengan mengandalkan laporan kasus kesehatan yang dimiliki rumah sakit. “Potensinya sangat besar untuk dipublikasikan,” tutur pakar biostatistika ini.

Selain penelitian, kerjasama ini diharapkan akan meningkatkan serapan dokter gigi lulusan UNAIR. Tak hanya para spesialis, tetapi juga dokter gigi muda, residen, hingga mahasiswa pascasarjana.

“Kami bisa melakukan screening, memberi promosi tentang upaya preventif dan kuratif khususnya terhadap para (calon) haji yang akan berangkat. Ada banyak komunitas yang mesti kita urusi,” pungkas Darmawan. (*)

Penulis : Defrina Sukma S

Editor : Binti Q. Masruroh