Bertabur Professor, IKA-UA Sulawesi Selatan Diharap Melebihi Kiprah IKA Pusat

UNAIR NEWS – Tradisi Universitas Airlangga bahwa disela kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dimana pun, dengan mengadakan temu alumni, juga dilakukan di Makassar, Sulawesi Selatan, tempat PIMNAS ke-30/2017 dilaksanakan. Bertempat di Hotel Aston Makassar, Selasa (22/8) malam dilaksanakan Temu Alumni dan Pelantikan Pengurus Wilayah IKA UA Sulawesi Selatan periode 2017-2021.

Satu hal yang menarik, dalam Surat Keputusan PP IKA-UA Nomor 007/PP IKA UA/SK VIII/2017 tanggal 16 Agustus 2017 itu, dari 62 orang alumni UNAIR yang menjadi pengurus IKA-UA Wilayah Sulawesi Selatan, sebanyak 30 orang atau hampir 50% diantaranya bergelar professor (Guru Besar), serta tidak seorang pun yang bergelar sarjana (S1). Jadi minimal S-2 dan atau dokter spesialis. Pelantikan pengurus ini dilakukan Sekjen PP IKA-UA Dr. Budi Widayanto, Drs.Ec., MP., yang mewakili Ketua Umum PP IKA-UA yang berhalangan hadir.

Komposisi kepengurusan yang sedemikian “wah” karena bertabur Professor itu, juga diakui oleh Rektor UNAIR Prof. Dr. H. Moh Nasih, MT., SE., Ak., MCA., bahwa kekuatannya melebihi susunan pengurus PP IKA-UA. Karena itu diharapkan kekuatannya pun melebihi kiprah IKA-UA Pusat, karena dengan menjadi yang terbaik dalam pengabdian di berbagai tempat dan professinya, inilah kunci dalam berkontribusi terhadap nama baik almamater.

Rektor menyampaikan hal itu karena capaian produk UNAIR (alumni) berdasarkan penilaian internasional, sudah melebihi dari peringkat UNAIR (istitusinya) pada pemeringkatan cersi Dikti. Peringkat UNAIR terbaru versi Dikti berada di ranking tujuh, tetapi Academic Reputation UNAIR menduduki peringkat keempat.

”Itu artinya kita efisien secara luar biasa, sebab dari instansi berperingkat tujuh bisa menghasilkan output berperingkat empat. Karena itu marilah prestasi demikian ini kita lanjutkan,” kata Rektor Prof. Moh Nasih.

Rektor juga berpesan, para alumni untuk tidak malu dan segan-segan mencantumkan dalam database curiculum vitae di instansi atau perusahaan tempat bekerjanya untuk menulis sebagai alumni Universitas Airlangga, terutama pada data di website-nya. Apalagi jika alumni tersebut juga mencantumkan data prestasinya, maka hal-hal seperti itulah yang bisa berkontribusi menunjang target UNAIR untuk masuk 500 world class university (WCU) sebagaimana digadang-gadang oleh Kemenristekdikti.

Sementara itu Sekjen PP IKA UNAIR, Dr. Budi Widajanto, SE., Ak., MP., dalam sambutannya berharap agar segera melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program kerja. Ini dimaksudkan agar tidak kehilangan momentum selepas pelantikan pengurus ini.

“Dalam menyusun program kerja hendaknya berpegang pada prinsip-prinsip, antara lain validasi organisasi, pengembangan karier, dan kerjasama almamater dengan lembaga lain. Selain itu mulai dari PP hingga Wilayah, Cabang, dan IKA Fakultas sepakat untuk mendukung upaya almamater dalam meraih target 500 dunia, yang sekarang masih di peringkat 700,” kata Budi Widayanto.

DALAM acara ini Rektor UNAIR Prof. Moh Nasih dan Sekjen PP IKA-UA Budi Widayanto mendapat kehormatan sebagai “Warga Bugis” yang ditandai pengenaan busana adat Bugis. (Foto: Bambang Bes)

Gayung bersambut, Ketua IKA-UA Wilayah Sulsel, Prof. Dr. H. Heri Tahir, SH., MH., menyambut baik arahan PP IKA-UA. Pihaknya ingin senantiasa menjalin hubungan komunikasi yang produktif dengan IKA Pusat, karena pihaknya tidak ingin terjadi sesuatu yang stagnan sehingga bisa mengganggu pencapaian dan realisasi program kerja.

”Pengurus IKA UA Sulsel ini tidak beda jauh dengan PP-UA kok. Bedanya mungkin karena pengurus IKA-UA Sulsel ini lebih banyak yang berprofessi sebagai pendidik (dosen), namun juga banyak yang berprofessi lain seperti notaris dan di bidang kesehatan,” kata Prof. Heri Tohir.

Dalam susunan pengurus IKA-UA Sulawesi Selatan periode 2017-2021, pada jabatan Dewan Penasihat, dari 12 orang terdapat sepuluh diantaranya professor. Demikian juga Dewan Pakar, dari 13 alumni yang terpilih, sepuluh diantaranya professor. Kemudian enam professor sebagai pengurus harian dan empat professor pada kepengurusan bidang.

Selain Prof. Dr. H. Heri Tohir, SH, MH sebagai Ketua, juga dibantu Wakil Ketua I Prof. Dr. Muh Ali Lakatu, SE., MS., Wakil ketua II Prof. Dr. Syahnur Said, SE, MS., Wakil Ketua III Prof. Dr. Abd Rahman, SH, MH. Sekretaris: Dr. H. Nukrawi Nawir, M.Kes., AIFO., Wakil Sekretaris I Dra. Hj. Herlina Sukawati, M.Si., Wakil Sekretaris II Birkah Latif, Sh., MH., LLM., Wakil Sekretaris III Dr. Indirawaty, SPd., S.Kep.NS., M.Kes. Sedang Bendahara dijabat oleh Prof. Dr. drg. Herlina Yusuf, M.Kes., Wakil Bendahara I Prof. Dr. Hj. Hasmiaty, M.Kes., Wk Bendahara II Dr. Nurfaidah Said, SH., MH., M.Si, dan Wk Bendahara III Dr. Ir. Hikmawaty Mas’ud, M.Kes.

Kemudian juga dilengkapi bidang-bidang, yaitu Bidang Kajian dan Kebijakan Publik, Bidang Kajian Internasional dan Pemberdayaan Alumni, Bidang Usaha Kreatif dan Penggalangan Dana, Bidang Kemitraan dan Hubungan Antar-lembaga, Bidang Pengembangan dan Kerjasama Almamater, Bidang Pengembangan Organisasi dan Alumni, Bidang Pengabdian Masyarakat dan Penanggulangan Bencana, Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Karier Alumni, Bidang Publikasi, Dokumentasi dan Humas., serta Bidang Jejaring dan Database Alumni. (*)

Penulis: Bambang Bes