fakultas farmasi
Rektor Universitas Airlangga bersama pimpinan melakukan pengecoran atap di lantai sebelas gedung baru Fakultas Farmasi, Jumat (18/8). (Foto: Defrina Sukma S)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih secara simbolis melakukan topping off atau pengecoran atap di lantai sepuluh gedung baru Fakultas Farmasi (FF).

Gedung yang mulai dibangun sejak peletakan tiang pancang pertama pada 15 Juni 2015 lalu itu diperkirakan akan selesai dan mulai digunakan tahun 2018 mendatang.

“Selesai sempurna tahun 2019. Tapi tahun 2018 kita sudah bisa manfaatkan paling nggak lima lantai. Sehingga tahun ini lima lantai paling bawah disiapkan untuk bisa dipakai,” ujar Rektor UNAIR ditemui UNAIR News,  Jumat (18/8).

Kesepuluh lantai itu akan difungsikan beragam, mulai dari ruang perkuliahan, ruang dosen dan administrasi, hingga laboratorium yang sangat dibutuhkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset.

Nasih mengatakan, pada gedung FF yang baru ini juga akan dibangun laboratorium yang bisa difungsikan bukan hanya mahasiswa dan dosen dari FF namun juga fakultas lain yang memiliki bidang ilmu serupa.

“Kalau ada lab yang bisa sesuai dengan bidang ilmu yang lain, bisa dimanfaatkan oleh fakultas lain, sehingga ada lab dasar yang bisa dimanfaatkan banyak fakultas. Termasuk yang selama ini belum tergarap dengan baik adalah bagaimana mahasiswa S-2 dan S-3 yang memiliki ruang kuliah berdekatan dengan lab untuk diskusi,” tambah Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Setelah gedung baru FF ini selesai, gedung lama FF yang sebelumnya berada di Kampus B UNAIR akan segera dialihfungsikan. Sehingga FF akan menjadi satu kampus dengan fakultas-fakultas di Kampus C yang keseluruhan di bidang eksakta.

Dalam sambutan sebelum pemotongan tumpeng, Nasih mengatakan saat ini FF mulai menyiapkan pengusulan nama untuk gedung baru FF. Sehingga nanti ketika bangunan resmi digunakan, gedung baru sudah memiliki nama tersendiri.

“Sehingga nanti ketika peresmian gedung bukan bernama gedung farmasi,” ucapnya.

Pembangunan gedung baru FF ini akan menjadi percontohan terorganisirnya lab-lab yang ada di UNAIR.

“Misal, kalau anak farmasi (FF) mau belajar tentang wirausaha, silakan belajar ke ekonomi (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), atau anak farmasi (FF) yang ingin belajar statistika, silakan ke lab FST (Fakultas Sains dan Teknologi),” tutur Rektor.

“Peresmian gedung ini nantinya akan memperbaiki itu. Sebab, sumber ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) adalah riset, dan sumber riset lab, sehingga keberadaan lab harus kita perhatikan betul,” ungkapnya. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone