kemerdekaan
Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D. (Foto: Defrina Sukma S)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ada beragam pemaknaan terhadap kemerdekaan. Dalam peringatan 72 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, UNAIR News berhasil menemui profesor termuda UNAIR, Prof. Badri Munir Sukoco, Ph.D., Selasa (15/8).

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR tersebut mengatakan, kemerdekaan dapat dinilai dari enam aspek yakni ekonomi, pendidikan, keamanan, sosial, budaya dan lingkungan hidup.

“Dalam aspek ekonomi, bisa diartikan dengan meningkatnya GDP per kapita $10,000 dengan ketimpangan yang rendah (kurang dari 0,50). Pada aspek keamanan dengan terjaminnya kehidupan di Indonesia secara aman dan nyaman,” papar Badri.

Dari aspek pendidikan, Badri mengaitkan dengan meningkatnya proporsi penduduk Indonesia yang menjadi creative class dari 7,94 persen tahun 2015 menjadi 20 persen tahun 2030. Untuk bidang sosial, ia menilai bahwa merdeka bisa dikatakan dengan tidak adanya lagi diskriminasi atas nama suku, agama, ras, dan golongan.

Dari aspek budaya, Badri menilai kemerdekaan bisa diwujudkan dengan menerima budaya global secara bijak tanpa kehilangan jati diri bangsa. Sementara itu, pada aspek lingkungan hidup, merdeka diwujudkan dengan mewariskan negara Indonesia ke anak cucu dengan kondisi lingkungan hidup yang lebih baik.

“Enam aspek di atas yang paling mendesak untuk segera dieksekusi,” tegasnya.

Meski keenam aspek harus segera dieksekusi, Badri menjabarkan berbagai tantangan untuk mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya. Baginya, tantangan tersebut seperti orientasi pemerintah akan keenam hal itu yang belum ada sinkronisasi antara pemerintah pusat, provinsi dan kota/kabupaten.

“Sistem pilkada dan pilpres secara langsung menjadikan sulitnya sinergi antara agenda nasional jangka panjang dan daerah yang jangka pendek untuk mendulang suara,” jelasnya.

Terakhir, meski pekerjaan rumah dan tantangan terus ada, Badri tetap berharap di 72 Tahun Kemerdekaan RI, bangsa ini dimasa depan bisa memiliki kesejajaran dalam keenam aspek dengan negara-negara yang tergabung dalam G-20.

“Kita harus sejajar dengan 20 negara maju secara ekonomi dalam enam aspek hal tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone