Keberagaman dan Toleransi Telah Membesarkan Indonesia

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
keberagaman
Ahmed Muhammad Omar Al-Madani. (Foto: Faridah Hariyani)

UNAIR NEWS – Kemerdekaan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia sejak tahun 1945, tak sepenuhnya bisa dinikmati oleh warga-warga yang berada di belahan bumi lain. Itulah yang diungkapkan oleh mahasiswa S-3 Ilmu-Ilmu Sosial asal Palestina, Ahmed Muhammad Omar Al-Madani.

Ahmed, sapaan akrabnya, tumbuh di tengah-tengah konflik yang tak kunjung selesai. Ketika kru UNAIR News mencoba bertanya mengenai negara, ia sempat merenung membayangkan peristiwa yang kini terjadi di negaranya.

“Kamu harus bersyukur menjadi warga Indonesia yang baik- baik saja dan rukun di mana-mana,” ungkapnya.

Ahmed beranggapan, negara yang merdeka adalah negara makmur yang mampu menjamin masa depan dan anak cucu nanti. Indonesia bisa dikatakan sudah menjadi negara merdeka karena Indonesia tidak sedang terjajah bangsa lain, perekonomiannya stabil dan juga memiliki sumber daya manusia yang berkualitas demi membentuk masa depan generasi baru.

“Aku belum pernah merasakan kemerdekaan karena selama aku di Gaza aku masih dijajah, di bawah tekanan akan peperangan. Sungguh sangat sedih,” ujarnya. Raut wajahnya tak bisa berbohong. Ia merasa sedih memikirkan keluarganya yang masih bernaung di zona perang.

Selama hampir empat tahun tinggal di Indonesia Ahmed sangat senang dengan kemeriahan perayaan Hari Kemerdekaan. Semua pernak-pernik bernuansa merah dan putih serupa warna bendera Indonesia.

“Di sini seru banget ya! Semua orang tumpah ruah. Ada banyak lomba-lomba yang diikuti dari anak kecil sampai dewasa. Begitu semarak. Semuanya serba merah putih. Sungguh sangat menarik,” imbuh lelaki kelahiran tahun 1981.

Lelaki bertubuh jangkung ini berharap, rakyat Indonesia tetap menjaga keharmonisan agar bangsa ini tetap jadi panutan bangsa lain. Menurutnya, bangsa Indonesia sudah terkenal dengan keberagaman dan toleransi.

“Saya ingin Indonesia sebagai tempat yang nyaman untuk hidup, Indonesia harus menjadi bangsa yang lebih kuat karena orang-orang Indonesia sangat berani sehingga mereka mendapat kemerdekaannya. Jangan sampai masalah kecil saja bisa menghancurkan kerukunan bangsa ini. Indonesia itu hebat,” ujarnya.

Ia juga tak lupa mengucapkan kepada pemerintah Indonesia karena telah memberi kesempatan bagi anak-anak muda Palestina seperti dirinya untuk mendapatkan ilmu yang layak di Indonesia.

Penulis:  Faridah Hari

Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu