jefferson caesario
Jefferson Caesario ketika diterima Rektor UNAIR, Senin (14/8). (Foto: Binti Q. Masruroh)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan diraih oleh Jefferson Caesario, mahasiswa S-1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga. Ia memperoleh medali perak pada ajang International Mathematics Competition (IMC) yang diselenggarakan di Bulgaria pada 31 Juli–6 Agustus  lalu. Jefferson diterima oleh Rektor UNAIR Prof. Mohammad Nasih di ruangannya, Senin (14/8).

“Ini prestasi luar biasa. Olimpiade bidang matematika yang dilombakan tingkat dunia. Dulu (Jefferson, –red) memperoleh perunggu, sekarang perak. Artinya, keyakinan dan kepercayaan diri menjadi salah satu modal yang cukup besar pengaruhnya terkait bidang prestasi,” ujar Rektor UNAIR usai memberi selamat kepada Jefferson.

Tercatat, prestasi Jefferson dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2015 ia berhasil menyabet juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina. Ia kemudian berkesempatan mengikuti seleksi dan terpilih menjadi salah satu dari sembilan delegasi IMC 2016. Pada ajang IMC tahun 2016 itu ia memperoleh medali perunggu. Ia kembali menjadi delegasi IMC di tahun 2017 dan memperoleh medali perak.

Melalui prestasi yang yang telah diraih Jefferson, Rektor UNAIR berpesan kepada para mahasiswa agar berani mengukir prestasi di tingkat internasional.

“Mahasiswa UNAIR punya modal cukup besar. Mereka putra putri terbaik, harus mulai berani untuk unjuk kemampuan di dunia internasional,” ujar profesor asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Dalam kesempatan ini, rektor juga berpesan agar mahasiswa mendorong prestasi sesuai bidang minat yang digeluti. UNAR sebagai panggung yang mesti menyiapkan mahasiswa-mahasiswanya agar mampu berprestasi di tingkat internasional sesuai bidang minat mereka.

“Kita tidak perlu sedemikian membanding-bandingkan dengan perguruan tinggi lain. Juara di bidang robot, misalnya. Karena masing-masing dari kita punya segmentasi yang berbeda-beda. Yang pasti, kita mesti menguatkan kemampuan diri kita masing-masing. Kita memiliki bidang kesehatan, ilmu hayati, dan sosial humaniora. Itu yang harus kita tonjolkan,” tambahnya.

Pada olimpiade IMC tahun mendatang, Jefferson sudah tidak berkesempatan untuk mengikuti kompetisi kembali. Namun, ada dua adik tingkatnya di FK UNAIR yang berminat untuk mengikuti jejak Jefferson. Menanggapi hal ini, Jefferson siap untuk membina adik-adiknya yang akan berlaga di IMC tahun 2018 mendatang.

Sementara itu, kepada UNAIR NEWS, Direktur Kemahasiswaan UNAIR Hadi Subhan mengungkapkan akan mengikutkan Jefferson sebagai pembina mahasiswa yang akan mengikuti IMC tahun depan. (*)

Penulis: Binti Q. Masruroh

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone