Fatma Ayu Husnasari Puteri Indonesia Jawa Timur (Jatim) tahun 2017 usai pengukuhan mahasiswa baru jenjang S-2 dan S-3. (Foto: Bambang BES)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Puteri Indonesia Jawa Timur (Jatim) tahun 2017 Fatma Ayu Husnasari mengaku tertarik menjadi dosen bila ditawari untuk mengajar di almamater kuliah Fakultas Hukum, Universitas Airlangga. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Fatma, sapaan akrabnya, usai dikukuhkan menjadi mahasiswa baru jenjang pascasarjana, Kamis (10/8), bersama 1.450 mahasiswa baru lainnya.

“Bisa. Saya juga kepikiran untuk jadi dosen. Sebenarnya sudah ada tawaran jadi dosen, tapi bukan di UNAIR. Saya merasa terlalu cinta UNAIR sehingga kalau ada tawaran jadi dosen di UNAIR saya akan tertarik di sini,” ujar Fatma seraya tertawa.

Fatma melanjutkan studi S-2 di FH UNAIR setelah melepas statusnya sebagai mahasiswa S-1 dari fakultas yang sama pada tanggal 17 Maret tahun 2017 lalu.

Hasratnya untuk menempuh pendidikan begitu besar. Bagi Fatma, melanjutkan studi merupakan sebuah kebutuhan untuk menambah wawasan dan meningkatkan kapasitas keilmuan. Terlebih ia kini masih menyandang predikat sebagai Puteri Indonesia Jatim 2017.

“Sebagai Puteri Indonesia, selain kita dituntut untuk fisiknya harus bagus, maka juga dituntut untuk jadi orang yang pintar, untuk nambah wawasan dan ilmu kita. Sehingga, ketika ada kesempatan untuk sekolah lagi, mengapa tidak,” terang Fatma.

Gadis bertubuh jenjang tersebut ingin meneruskan studinya pada peminatan yang sama dengan yang ditempuhnya pada saat kuliah S-1 dulu, yakni Hukum Bisnis. Peminatan ini juga selaras dengan keinginan presenter magang Metro TV untuk menjadi pengampu bidang hukum di suatu badan usaha.

Rencananya, saat kuliah S-2 nanti, Fatma juga ingin mengikuti konferensi internasional dan publikasi riset tentang keilmuan yang ia dalami. “Boleh. Jika ada kesempatan untuk mengikuti riset, penelitian baik dari UNAIR maupun yang saya lakukan sendiri, saya tertarik untuk mengikuti,” ungkap perempuan kelahiran Blitar itu.

Kuliah jenjang master juga menuntut kemampuan Fatma untuk multitasking. Ia harus bisa membagi tanggung jawab baik di bidang pekerjaan maupun pendidikan agar keduanya berjalan optimal. Belum lagi kegiatannya sebagai Puteri Indonesia Jatim 2017 yang mengharuskannya untuk hadir di berbagai acara.

“Saya harus siap dengan tanggung jawab. Saya sudah memilih dan kita harus menampilkan yang terbaik untuk tanggungjawab yang sudah kita pilih,” kata Fatma.

Ia lantas berharap agar studi masternya di FH UNAIR berjalan lancar, lulus tepat waktu, dan mendapatkan hasil yang terbaik. Fatma juga berpesan agar kawan-kawannya di organisasi Puteri Indonesia tak pernah melupakan pentingnya pendidikan. (*)

Penulis : Defrina Sukma S

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).