Raih Juara I pada Konferensi Internasional di Korea Selatan

UNAIR NEWS – Sebanyak empat tim mahasiswa dari Fakultas Farmasi mengikuti serangkaian kegiatan konferensi internasional yang diselenggarakan di University Of Science and Technology (UST), Daejeon, Korea Selatan. Konferensi bertajuk Conference of Indonesian Students Association in South Korea (CISAK) diselenggarakan sejak 22-23 Juli.

Salah satu dari empat tim tersebut beranggotakan Rebhika Lusiana, Erwin Chandra, Rendha Kusumaning, dan Wenda Agus. Mereka mempresentasikan makalah dengan judul “Phytoremediation Integrated Area (PIA): River Revitalization System based on Phytoremediation as Concept to Solve Impact of Population Explosion and Industrial Pollutant”.

Yang membanggakan dari konferensi tersebut adalah tim Lusi, sapaan karib Rebhika Lusiana, berhasil meraih penghargaan sebagai Juara I dalam kategori presentasi poster.

“Presentasi paper digolongkan menjadi oral presentation dan poster presentation. Dari presentasi tersebut didapatkan masing-masing 1st Winner dan Runner Up. Alhamdulillah pada kategori poster presentation semua juara diraih oleh tim dari FF UNAIR,” tambah mahasiswi FF semester enam itu.

Lusi menambahkan, merupakan sebuah kebanggaan bagi dirinya dan tim dapat mengalahkan delegasi dari universitas ternama lain, dari dalam maupun luar Indonesia. Terlebih, presentasi paper diikuti oleh bukan hanya mahasiswa jenjang S-1, namun juga S-2 dan S-3.

Konferensi yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Korea (PERPIKA) itu diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara. Serangkaian kegiatan dalam konferensi meliputi presentasi paper, seminar kewirausahaan, dan berbagi pengalaman seputar beasiswa oleh PERPIKA.

“Saya tertarik mengikuti acara ini karena saya memiliki mimpi untuk pergi ke Korea Selatan, dan CISAK 2017 merupakan event yang tepat karena terdiri dari serangkaian kegiatan yang bermanfaat,” ujar mahasiswi yang juga pernah mengikuti konferensi di Malaysia dan Jepang ini.

Selain materi dari presentasi makalah yang menambah wawasan semakin luas, adanya seminar kewirausahaan memupuk semangat pata anggota tim untuk menjadi wirausahawan yang mandiri.

“Hal yang paling penting dalam dalam sebuah tim adalah mengkolaborasikan kelebihan dari masing-masing individu dan saling menutupi kekurangan untuk mencapai tujuan bersama. Kesabaran, kegigihan, ketekunan, dan ketaqwaan kepada Allah SWT yang harus selalu menyertai dalam setiap langkah menjadi kunci utama dalam sebuah pencapaian,” tutup Lusi. (*)

Penulis : Binti Q. Masruroh