pasuruan
MAHASISWA Fakultas Kedokteran melakukan bakti sosial di Desa Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. (Foto: Sefya Hayu)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Seorang dokter pandai saja tidak cukup. Idealnya ia juga perlu membekali diri dengan kemampuan berempati serta berkomunikasi yang baik dengan pasien. Untuk itu, demi mencapai standarisasi lulusan dokter yang mumpuni, salah satu upaya yang digiatkan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga kepada para mahasiswanya adalah dengan menggelar kegiatan bakti sosial setiap tahun.

Dalam program baksos ini, ratusan mahasiswa diterjunkan langsung ke sebuah desa binaan guna melatih kepekaan bersosialisasi dan berinteraksi dengan masyarakat sejak semester dini.

Tahun ini, FK UNAIR kembali memberangkatkan mahasiswa dalam skala besar. Sebanyak 270 mahasiswa dari prodi S-1 Pendidikan Dokter dan S-1 Kebidanan diterjunkan ke Desa Ngempit, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Mereka melakukan baksos selama empat hari, terhitung sejak 27 – 30 Juli lalu.

Dekan FK UNAIR Prof. Dr. Soetojo, dr, SpU (K) membuka acara seremoni pemberangkatan ratusan mahasiswa di Aula FK UNAIR, (27/7). Dalam sambutannya, Prof. Soetojo menekankan bahwa kegiatan baksos ini sebaiknya dimaksimalkan sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah soft skill.

“Soft skill itu penting, karena dokter pintar saja tidak cukup. Harus punya empati dan kepekaan juga,” ujarnya.

Rangkaian program kegiatan pengmas bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Desa Ngempit. Mulai dari program pemberdayaan kesehatan dengan melibatkan para kader PKK, semarak perlombaan untuk anak-anak, screening cacingan di SD Ngempit, bazar buku, pelatihan pembuatan kompos, hingga pengobatan massal.

Kedatangan ratusan peserta baksos disambut oleh sejumlah perangkat Desa Ngempit bertempat di balai desa, Kamis (27/7). Ratusan mahasiswa disambut oleh Kepala Desa, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dan Kepala Puskesmas Ngempit.

Kasub Pendidikan FK UNAIR Dr. Gadis Meinar Sari, dr., M.Kes dalam sambutannya mengatakan, meskipun peserta baksos masih berstatus mahasiswa semester empat, dan masih ‘nol’ pengalaman dalam menangani pasien, mereka tetap didampingi oleh para dokter pendamping yang sudah berpengalaman.

Dalam baksos kali ini, yang mereka kembangkan adalah program-program kesehatan serta pemberdayaan masyarakat setempat. Sementara ketika berlangsung kegiatan pengobatan massal, mereka turut didampingi oleh sejumlah dokter yang sudah berpengalaman menangani pasien.

Dalam acara pengobatan massal, FK UNAIR menerjunkan 13 orang dokter untuk mendampingi mahasiswa.

“Dalam prosesnya, kegiatan baksos ini melatih mahasiswa belajar langsung dari para dokter pendamping tentang cara menangani dan berinteraksi dengan pasien. Tentunya, dokter pendamping yang menentukan status penyakit pasien dan memberikan resep,” jelasnya. (*)

Penulis : Sefya Hayu

Editor : Binti Q. Masruroh

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone