Mahasiswa Baru Termuda UNAIR Jalani Kuliah sambil “Nyantri”

UNAIR NEWS – Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam penerimaan mahasiswa baru di Universitas Airlangga selalu ada mahasiswa dengan usia yang cukup muda. Ialah M. Faiz Awwaludin Almubarok, mahasiswa baru UNAIR tahun 2017 yang berusia 15 tahun. Tidak hanya itu, mahasiswa baru yang akrab disapa Faiz tersebut juga diterima di jurusan Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran melalui jalur Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).

Mahasiswa baru kelahiran 11 Desember 2001 tersebut memang tidak pernah menargetkan diri agar menjadi mahasiswa termuda saat kuliah.

“Saya maupun orang tua tidak pernah menargetkan agar menjadi mahasiswa termuda. Meski saat SMP saya jalani dengan akselerasi, di SMA justru saya tempuh selama 3 tahun, agar tidak terpaut jauh dengan teman yang lain saat kuliah,” terangnya.

Satu lagi hal yang membanggakan dari mahasiswa baru yang hobi mengoleksi uang lama tersebut. Tidak hanya kuliah, ia juga bertekad menjalani kuliah sambil nyantri (menjadi santri, -red) di Pesantren Mahasiswa Baitul Hikmah yang tidak jauh dari kampus B UNAIR.

Ditanya mengenai motivasinya kuliah dan menjadi santri di pesantren mahasiswa Faiz menjelaskan, kedua orang tua yang telah memotivasi. Selain itu, tekadnya yang ingin mendalami ilmu agama lebih dalam lagi juga menjadi pendorong untuk kuliah sembari menempuh ilmu di pesantren.

“Ayah saya ini tokoh agama di masyarakat masak anaknya tidak bisa menirukan beliau, selain itu saya juga ingin mendalami ilmu agama,” jelasnya.

Perihal cita-citanya menjadi dokter, Faiz berkisah bahwa hal itu sudah ia miliki sejak kecil. Selain itu, pengalaman operasi yang pernah ia jalani waktu kecil juga menambah rasa kagumnya pada profesi di dunia kedokteran tersebut.

“Ini sudah cita-cita dari kecil. Dulu juga sempat operasi dan merasa melihat dokter kok keren,” kenangnya.

Menambahkan pernyataan putra sulungnya tersebut, M. Irhamni selaku orang tua Faiz mengatakan, selama ini ia tidak pernah memaksa kehendak putranya. Irhamni menuturkan bahwa sebagai orang tua ia selalu memotivasi dan memberikan pendidikan yang terbaik.

“Kami sadar bahwa semua ini yang menjalani putra kami, kami hanya memotivasi. Mengenai tinggal di pesantren kami hanya mengarahkan dan alhamdulillah anaknya juga punya tekad untuk mendalami ilmu agama lebih dalam lagi,” paparnya.

Penulis: Nuri Hermawan