Selamat Jalan Prof. Moetmainah Prajitno, Perintis Konservasi Gigi FKG UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
konservasi
KELUARGA duka diabadikan disamping jenazah alm. Prof. Moetmainah Prajitno ketika persemayaman di Aula FKG, Jumat (28/7). Tampak Waklil Rektor I UNAIR dan Dekan FKG UNAIR. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga berduka dengan kehilangan seorang putera terbaiknya. Prof. Dr. Moetmainah Prajitno, drg., Sp.KG (K) dipanggil Sang Khalik, menjelang subuh Jumat (28/7) dalam usia 84 tahun. Perempuan kelahiran Gresik 6 November 1993 ini dikenal sebagai salah seorang perintis bidang konservasi gigi di FKG UNAIR. Lulusan FKG UNAIR tahun 1959 ini wafat setelah 106 hari dirawat di rumah sakit.

Dekan FKG UNAIR Dr. R. Darmawan Setijanto, drg., M.Kes., selain merasa kehilangan besar, juga memuji semangat terus belajar almarhumah yang pantas untuk diteladani. Ketika usianya sudah dalam realtif lanjut, namun almarhumah mampu menyelesaikan pendidikan S-3 (Doktor) dengan waktu yang relatif singkat di tahun 1990.

”Selamat jalan menuju ke kediaman abadi, Prof. Moetmainah, jasa-jasamu dalam memajukan fakultas akan tetap kami kenangkan,” tandas Dr. Darmawan Setijanto, dalam upacara persemayanan jenasah, di Aula FKG, Jumat (28/7) siang.

Ratusan sivitas UNAIR hadir memberikan penghormatan terakhir untuk Alm. Prof. Moetmainah. Diantaranya ada Wakil Rektor I Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., PhD., FINASIM, Ketua Senat Akademik UNAIR Prof. Dr. Muhammad Amin, dr., Sp.P(K), para Guru Besar FKG, FK dan fakultas lain, staf kependidikan, mahasiswa dan alumni.

Wakil Rektor I UNAIR Prof. Djoko Santoso dalam sambutannya atas nama universitas juga menyatakan bahwa UNAIR merasa kehilangan tokoh pengajar yang sangat aktif dan besar pengabdiannya. Maka sebagai penghormatan kepada almarhumah, lanjutnya, tidak ada cara lain kecuali melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah dirintis oleh almarhumah di bidang konservasi gigi FKG UNAIR.

”Cara untuk tetap menyayangi beliau, dan sekaligus meneladaninya adalah dengan melanjutkan cita-cita almarhumah, dimana setiap langkah beliau selalu dalam rangka melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi,” tandas Prof. Djoko Santoso, Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR itu.

Mewakili pihak keluarga yang berduka, drg. Meifiyanto, putera kedua almarhumah, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perawatan semasih ibunya sakit, saat persemayaman, hingga pemakanan yang dilaksanakan di Mojokerto. Staf kependidikan di bagian DSI UNAIR itu juga memohonkan maaf Prof. Moetmainah jika semasa pengabdian di UNAIR ada salah dan dosa kepada sivitas akademika.

Ditambahkan oleh Ir. Ina Juniarti, puteri pertama dari empat bersaudara ini, almarhumah merupakan seorang ibu yang hebat, perempuan yang mandiri. Dalam setiap aktivitasnya, Prof. Moetmainah, tidak pernah merepotkan anak-anaknya. Memeriksa disertasi ratusan halaman dibacanya semua. Karena itu pesannya kepada anak-anaknya, kalau suatu saat meninggal pun diwanti-wanti untuk tidak menangisinya.

Empat hari sebelum sakit, sempat menunjuk calon makamnya, yang ia pilih disamping almarhum Prof. H.R. Prajitno, suaminya. Kemudian ketika sakit dan dirawat di rumah sakit pun masih menyempatkan mengatur kebutuhan rumah; belanja untuk keluarga, bahkan menguruskan STNK yang sudah habis masa berlakunya.

”Dipanggil Allah pada hari Jumat ini pun merupakan doa ibu setiap saat. Selamat jalan mama, semoga khusnul khotimah dan di syurga Allah nanti berjumpa dengan papa almarhum,” kata Ina Juniarti sambil menahan diri untuk tabah dan tidak menitikkan air mata, pesan almarhumah. Selamat jalan Prof. Moetmainah Prajitno. (*)

Penulis: Bambang Bes.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu