elektrik
Mahasiswa UNAIR meneliti bahasan asap rokok elektrik dan asap rokok konvensional. (Foto: jurnal.maskoolin.com)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Merokok merupakan salah satu gaya hidup masyarakat Indonesia yang tidak dianjurkan untuk kesehatan. Dari hasil Riskesdas 2013, ada peningkatan proporsi penduduk Indonesia usia sekitar 15 tahun yang merokok setiap tahunnya. Pemerintah mulai berupaya menurunkan jumlah perokok dengan memberikan pernyataan mengenai kenaikan harga rokok konvensional pada tahun 2016. Pernyataan tersebut membuat sebagian perokok konvensional beralih ke rokok elektrik (vapor) yang dianggap lebih aman.

Lima mahasiwa jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga dalam penelitiannya berhasil membandingkan pengaruh antara asap rokok elektrik dan asap rokok konvensional terhadap paru-paru tikus putih (Rattus norvegicus). Hasil penelitiannya dituangkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dengan judul “Perbandingan Pengaruh Asap Rokok Elektrik dan Asap Rokok Konvensional terhadap Pulmo Tikus Putih (Rattus norvegicus)”.

Hasil penelitian mahasiwa tersebut, yaitu Yoan Asri Triantara (ketua tim), Inggit Almira, Sarwan Adi Kusumo, Muhammad Fajar, dan Dicky Darmawan, berhasil lolos dari penilaian Dirjen Dikti dan berhak atas dana hibah penelitian Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2017.

elektrik
DIANTARA proses pemaparan asap rokok pada tikus putih. (Foto: Dok PKMPE)

Diterangkan oleh Yoan Asri, penelitian untuk mengetahui seberapa kerusakan paru melalui jumlah makrofag alveolar dan karakter histopatologis pada tikus putih, dibagi dalam empat kelompok pemaparan asap rokok elektrik dan asap rokok konvensional. Dibawah bimbingan Dr. Dwi Winarni, Dra., M. Si., Tim PKMPE ini ingin memberikan informasi perbandingan pengaruh kedua jenis asap rokok tersebut agar menjadi bahan pertimbangan peneliti lain dan masyarakat umum.

”Hasil penelitian yang diuji menggunakan uji Brown-Forsythe dan Games-Howell menunjukkan bahwa asap rokok konvensional dengan kadar nikotin 2,4 mg dapat menyebabkan peningkatan jumlah makrofag alveolar dan karakter kerusakan histopatologis paru terbesar, namun tidak berbeda signifikan dengan pengaruh yang disebabkan oleh asap rokok elektrik dengan kadar nikotin 3 mg,” kata Yoan.

Pada kelompok pemaparan asap elektrik dengan kadar nikotin 0 mg, ditemukan makrofag alveolar sebagai indikasi kerusakan paru dan karakter histopatologis dengan skor yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol.

“Jadi rokok elektrik maupun rokok konvensional dapat menyebabkan kerusakan pada tikus putih yang menjadi model eksperimen kami. Hal yang selama ini juga berlaku untuk rokok elektrik dengan kadar nikotin 0 mg ini dianggap aman oleh masyarakat,” ujar Yoan menyimpulkan hasil penelitian bersama timnya. (*)

Editor: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
  • SuryaHaryono

    Saya adalah perokok yang beralih dari rokok konvensional ke rokok elektrik,. Apakah saya boleh melihat hasil penelitiannya? Karena dari artikel tidak disebutkan secara terperinci perbandingan kerusakan paru2 antara rokok konvensional dengan rokok elektrik,.
    Tolong Hubungi saya via email suryaharyono@gmail.com

  • Andi fachrudi hartomo

    Mohon izin tolong di jelaskan uji brown frosythe and games howel itu seperti apa, tolong juga Di lampirkan hasil penelitian perbandingan anatara tikus dg asap rokok vs tikus dg uap vapor atau roko elektrik. Terima kasih
    Hubungi email andifachrudihartomo69@gmail.com

    • Agi Setiadi

      Penulisan artikel nya agak belepotan juga sih …. Belajar dulu yg bener dek 😂

      • Andi fachrudi hartomo

        Kurang kompeten penulis artikel nya 😑

        • budak baonk

          penulisnya kurang kompeten peneliti nya lebih lagi,,, 😀

  • Dave Sihaloho

    Sebelum ada yg buru2 salah mengartikan.
    http://kamuskesehatan.com/arti/makrofag-alveolar/
    Makrofag alveolar adalah sebuah sel di paru-paru yang menelan bakteri dan benda asing dan menghasilkan enzim untuk melindungi paru-paru.

    fungsi makrofag -> http://tatangsma.com/2014/09/fungsi-makrofag.html

    CMIIW, makrofag itu indikasi kerusakan paru atau indikasi keberadaan benda asing(obviously) yang berada pada paru? Tapi klo emg niatnya cuma untuk ‘menyerang’ produk vaporizer, saya ga bs komentar apa2.

  • Chepix’z Equilibrium

    website universitas terkenal memposting berita tentang akademisi yang ilmu dari penelitiannya tidak dapat dipertanggungjawabkan secara akademis

  • Agi Setiadi

    Video nya kok gada terus penulisan artikel juga belepotan … Belajar dulu dek yg bener 😂

  • Haris Syamsul

    Kok saya malah lebih enak yah bernafasnya setelah saya ngeVape, waktu masih ngeroko
    mah ngos2an mulu.

  • budak baonk

    hoaxxx

  • Vicko Fernandes

    Mohon Dengan sangat Tunjukkan Hasil dari Penelitian..
    Alhmdulillah Dada Saya Lebih enteng setelah Nge-VAPE atau ngerokok Elektrik dibanding dulu waktu Ngerokok Konvensional..

    Tolong dipaparkan secara rinci dari NOL penelitian sampai hasil akhir dari Penelitian.. Terimakasih.

  • Argyle0297
  • max izone

    wah ngawur tu masa hewan buat uji coba dia jg mahluk hidup gan kalo bisa yg buat uji coba diri kamu sendir trz dibeberkan lg hasilnya kaya apa

  • Muhammad Zaki Mubarak

    Aduhh plis, jangan bikin malu 🙁

  • Hamim Hidayat

    Dear admin / editor / tim PKM penulis penelitian ini. Saya mahasiswa perpajakan dan akan menyusun tugas skripsi, saya membutuhkan softcopy penelitian ini sebagai penelitian terdahulu saya. Apabila berkenan, saya mengajukan permohonan softcopy penelitian ini, silahkan dikirim ke hamimhid@gmail.com. Mohon respon nya, terimakasih.