Mahasiswa UNAIR Tawarkan ’Kuteks’ Sehat Alami Berbahan Rumput Laut

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
kuteks
PRODUK dan kemasan kurteks ‘Reds Nail Polish’ yang terbuat dari bahan dasar rumput laut. (Foto: Istimnewa)

UNAIR NEWS – Saat ini produk kosmetik kian berkembang pesat. Segala bentuk dan variasi ada di pasaran. Salah satunya produk pewarna kuku atau kuteks ini layak dipertimbangkan, mengingat maraknya bahan kimia yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatannya.

Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga berhasil membuat inovasi baru produk kuteks sehat dengan bahan alami, yaitu hasil kekayaan peraian Indonesia: rumput laut. Mengapa rumput laut? Karena memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan kuku. Produk itu diberi nama “Reds Nail Polish” dan mampu meminimalisir penggunaan bahan kimia pada kuteks.

”Karena kelompok kami mayoritas perempuan maka kami memutuskan untuk menggali inovasi di bidang kecantikan. Lalu terlintas ide membuat suatu kuteks. Selain itu untuk mengurangi penggunaan bahan kimia yang terkandung pada kuteks sebagai inovasi baru di dunia kosmetik agar aman digunakan jangka panjang,” kata Iis Suryani, ketua tim inovatif.

Selain Iis Suryani, tim yang tergabung dalam Program Kreativitas Maahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKMK) ini juga ada Neneng Apriliasanti (2016), Rino Putri Munziatih (2016) dan Depril Meriza Astutik (2015), semua mahasiswa FPK UNAIR.

kuteks
DIANTARA anggota Tim PKMK menunjukkan produknya. (Foto: Istimewa)

Dijelaskan oleh Iis, manfaat pruduk kuteks berbahan rumput laut ini sebagai salah satu pengurangan bahan kimia. Dari sisi usaha, kutek dari rumput laut ini berpotensi memiliki prospek cerah karena memanfaatkan bahan alami serta meningkatkan kesadaran konsumen pemakai kutek berbahan kimia dari efek samping yang kemungkinan bisa terjadi.

”Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi cukup lengkap,” kata Iis Suryani, seraya merinci bahwa rumput laut mengandung air (27,8%), protein (5,4%), karbohidrat (33,3%), lemak (8,6%) serat kasar (3%) dan abu (22,25%). Selain unsur tersebut rumput laut juga mengandung enzim, asam nukleat, asam amino, vitamin (A,B,C,D, E dan K) dan makro mineral seperti nitrogen, oksigen, kalsium, selenium serta mikro mineral seperti zat besi, magnesium dan natrium.

”Kandungan asam amino, vitamin dan mineral rumput laut mencapai 10-20 kali lipat dibanding dengan tanaman darat. Pewarna kuku ini juga dapat digunakan sebagai usaha pencegahan kanker karena kandungan vitamin C pada rumput laut mengandung antioksidan yang mencegah gejala kanker dan merawat kesehatan kuku,” tambah Iis.

Produk “Reds Nail Polish” sudah didesain secara praktis, sederhana dan penggunaannya juga mudah. Dari sisi pemasaran masih terbuka, sebab pemafaatan rumput laut dalam karagenan  sebagai kuteks masih jarang, sehingga produk ini dapat memajukan produsen rumput laut serta sumber daya alam perairan di Indonesia.

“Pemilihan bahan utama ini semoga dapat meningkatkan daya tarik masyarakat, terutama perempuan untuk hidup sehat dengan mengurangi penggunaan kosmetik dari bahan kimia,” tambahnya.

Kutek ‘Reds Nail Polish’ ini dijual dengan harga relatif murah, sehingga dapat dijangkau semua kalangan. Bentuknya yang relatif kecil, sehingga dengan mudah dibawah kemana saja dan tidak memakan tempat. Bahan baku utama yang asli dari keanekaragaman perairan Indonesia, sehingga menunjang pelestarian kekayaan alam yang sangat melimpah sehingga menimbulkan rasa cinta pada Indonesia dan hasil dari negeri sendiri. (*)

Editor: Bambang Bes

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave a Replay

Close Menu