listrik
ANGGOTA PKM sedang melaksanakan inovasinya di sebuah lab elektronik di kampus UNAIR. (Foto: Dok PKMKC)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Modernisasi telah mendorong lahirnya peningkatan konsumsi energi oleh penduduk di bumi ini. Kemudian gaya hidup modern dan persaingan industri berskala global juga merupakan bagian penting dari akumulasi terhadap penggunaan energi.

Karena itu peningkatan konsumsi energi juga telah memunculkan kekhawatiran terhadap ketersediaan energi, sementara di sisi lain cadangan energi di perut bumi dapat dipastikan telah mengalami penyusutan. BP Statistical Review of World Energy (2013) menyatakan, konsumsi energi pokok dunia tumbuh hingga 1,8% pada tahun 2012.

”Karenanya saat ini Indonesia menghadapi masalah serius, yaitu ketahanan energi. Mengutip data dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (2014) bahwa konsumsi energi di Indonesia pada periode tahun 2000-2012 meningkat rata-rata sebesar 2,9% per tahun,” demikian dinyatakan Siti Nurmala, ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC).

Karena itulah bersama empat kawannya, Siti Dkk berhasil menciptakan “PIONEER (Spin Magnet Generator) Sebagai Pembangkit Listrik  Free Energy, Zero Emission, dan Portable”. Empat orang anggota tim PKM-KC ini adalah Tita Aulia Nur Utami, Mayasari Hariyanto, Muhammad Zulfa Abdillah dan Moch Andi Putra Jaya.

Proposal kreativitas dan inovasi PKM-KC ini telah berhasil lolos penilaian Dikti, sehingga memperoleh dana hibah pengembangan dalam program PKM Kemenristekdikti tahun 2016-2017.

Ditambahkan oleh Siti Nurmala, bahwa konsumsi energy listrik di Indonesia semakin meningkat dan cadangan bahan sumber pembangkit listrik semakin berkurang. Penghematan energy listrik perlu dilakukan agar cadangan energi listrik di Indonesia tidak cepat habis. Untuk itulah Siti dan kawan-kawan membuat inovasi dengan PIONEER, sebuah alat pembangkit listrik yang free energy, zero emission dan portable.

“Prinsip kerja dari PIONEER ini cukup sederhana, yaitu memanfaatkan gaya dari arah flux magnetic yang berlawanan sebagai sumber energy listrik. Alat ini dapat menghasilkan energy listrik lebih besar dari energy masukan yang digunakan sehingga efisiensi penggunaan listrik lebih besar,” kata Tita Aulia NU menambahkan.

Teknologi ini memiliki beberapa keuntungan, diantaranya tidak memerlukan energi/biaya operasional dan perawatan yang cukup banyak, karena menggunakan sumber energi magnet yang berputar terus menerus, dapat dioperasikan pada kondisi cuaca apapun dan dimanapun karena bentuknya yang portable dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas berbahaya.

”Dengan teknologi ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil sehingga ketahanan energi nasional di masa mendatang tetap terjamin,” kata Siti Nurmala. (*)

Editor: Bambang Bes

 

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
  • Christian Dwi Wijaya

    Saya masih ga ngerti gimana caranya energi output lebih besar dari input? Berarti ga ada energy loss? Bukannya ini sudah bertentangan dengan hukum kekekalan energi?

    Jika ini sistemnya seperti magnetic perpetual machine, apakah sudah dihitung efek magnetic hystersis dan magnetic damping-nya?

    Entah bagaimana cara kerja PIONEER, tapi kalau ada videonya tolong dirilis supaya orang paham.

    • Rioo

      Dilihat dari gambarnya mirip dengan ini

      https://www.youtube.com/watch?v=PoJALsTaCAo

      • Christian Dwi Wijaya

        nggak, itu video fake, sudah didebunk ketahuan pake kabel

    • Rioo

      Apa itu efek magnetic hystersis dan magnetic damping?

    • Zulfa Al Abdillah

      terimakasih atas pertanyaannya
      jika dalam hal ini yang diperhatikan energi listrik ini bukan kasus efisiensi namun kasus gain atau penguatan karena mendapatkan bantuan dari energi magnet.

      ini tidak sampai mengganggu sifat magnet, sehingga tidak diperlukan analisa kurva hystersis.

    • Akhmad Setya Budy

      Apa mungkin dg traffo jn audin

      Dimana flux magnet permanen diswitching on off bergantian pd 2buah coil sekunder,
      Asumsi dan katanya energi untuk menswith off dan on kan tsb kecil saja dibanding flux magnet yg on off kan bergantian

    • Annora Dea

      Permisi saya siswa sma diberi perintah membuat seperti itu, apakah menurt teori generator dengan tenaga magnet yg free energy seperti di youtube itu adalah hoax? Kalo betup seperti itu , biar saya bilangkan ke guru sekolah saya yang memberi tugas seperti itu, mohon penjelasannya

      • Christian Dwi Wijaya

        saya curiga guru kamu kaum bumi datar, soalnya mereka udah mulai menyesatkan sekolah-sekolah

        dari hukum thermodinamika, sudah tidak mungkin yang namanya free energy

        • Annora Dea

          Bisa mohon dijelaska teori bagian termodinamika yang jelas membuktikan tidak mungkin percobaan itu terjadi? Mohon penjelasannya

          • Alfonsus-Reinard Toni-Setiawan

            secara teori bisa efisien 100%, input=otuput, tapi prakteknya tidak bisa, sistem terbuka tidak akan pernah bisa mencapai efisiensi 100%, contoh: panas yang ada di dalam termos, itu menggunakan sistem yang tertutup, sehingga panas didalam termos bisa bertahan lama, lain halnya dengan yang terkena sistem terbuka (angin,gesekan magnet). jadi kalaupun bisa dibuat demikian maka itu membutuhkan tambahan energi dari luar. kalau pernah tau tangan robot yang dari bali, itu juga hoax.(sok ngide). Coba baca termodinamika II

          • Annora Dea

            Terimakasih banyak pak atas penjelasannya

  • “Alat ini dapat menghasilkan energy listrik lebih besar dari energy masukan yang digunakan”
    “tidak memerlukan energi/biaya operasional…”

    Wow, jadi alat ini menciptakan energi dari ketiadaan? sungguh revolusioner!

    Apakah ini kesalahan pemberitaan, atau baru sekedar konsep/teori saja?
    Tapi dari yang saya tangkap alat ini sudah dibuat. Jadi seperti apa alatnya?
    Jika ini benar, maka alat ini bisa mematahkan hukum kekekalan energi, sebuah kejutan besar bagi dunia ilmu pengetahuan.

    • Rioo
      • Itu kan fake, alatnya butuh input listrik itu buat jalan. Kalo di videonya ga keliatan pasti disembunyiin.

    • Rioo

      “adi alat ini menciptakan energi dari ketiadaan?”

      Bukan dari ketiadaan tapi hanya energi dibutuhkan di awal saja pada saat diputar untuk pertama kalinya

      • Berarti energi yg dihasilkan tidak lebih besar dari energi saat memutar?
        Berarti energi yg dihasilkan sedikit dong, dan tidak terus menerus. Soalnya kalau alatnya bisa menghasilkan energi lebih besar artinya menciptakan energi dari ketiadaan. Jadi kesimpulannya alat ini sama aja kayak generator listrik di turbin biasa.

    • Zulfa Al Abdillah

      terimakasih atas pertanyaannya
      saya akan membantu menjawab
      alatnya adalah magnet yang membuat sebuah piringan yang berputar karena daya dorong magnet.
      selama ini kita tidak memperhitungkan energi dari magnet hanya inputan dan outputan dari listrik, jika energi magnet dihitung maka akan terjadi gayn atau penguatan, jika perhitungannya dari energi listrik saja.
      hukum termodinamika 2 itu membahas kondisi gas dan energi kalor itupun sering diamati dalam kondisi ideal. sekali lagi dalam free energi ini bukan dari tanpa energi, tapi memunculkan energi yang tidur yang sering tidak dihitung yaitu energi magnet.
      terimakasih

      • Magnet permanen tidak bisa dijadikan sumber energi. Ini sama dengan gravitasi bumi yang digunakan sebagai energi.

        • Christian Dwi Wijaya

          yup, betul, magnet bukan energi tapi gaya

          • andi wijaya

            energi dan gaya itu saling berhubungan, gaya gravitasi gratis demikian juga ada gaya magnet. Gaya bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi.

      • Akhmad Setya Budy

        Boleh ga kalo saya bertanya
        Melalui
        Messengger Fb
        asetyabudy@yahoo.com email. FB
        Akhma setya budy alamat FB
        Wassalam
        Akhmad sb

      • Faris

        boleh liat hasilnya? bentuk gambar, rangkaian, atau proposalnya biar lebih lengkap. karena ga ada gambar, video atau apapun yang menjelaskan hal ini lebih detil.

        untuk efisiensi lebih dari 100%, itu terjadi saat menghitung outputnya = energi listrik + energi magnet? alat ukur yang digunakan apa?

  • Fais Al Qorni

    Lah kok udah dapet hubah dari pemerintah ya? Hehehehu

    • Denny Rengganis

      bacot ente gan, sini baku hantam saja

  • Valerian Mahdi Pratama

    Secara konsep saja melanggar hukum kedua termodinamika. Apakah ini murni kesalahan pemberitaan atau tipu-tipu?

    • Rioo

      Coba liat youtube tentang free energy. Banyak yg sudah membuat contohnya ini

      https://www.youtube.com/watch?v=CDpKqdcDDrQ

      • itu jeals-jelas fake yaampun

      • Valerian Mahdi Pratama

        Banyak yang membuat, tapi semuanya palsu

        Karena anda pakai youtube utk source, saya respon dengan youtube juga yak:
        https://www.youtube.com/watch?v=06xFhUHFnx8

        • Dian Wahyu

          kali video youtube pertama itu sepertinya ilmiah karena di-expo-kan atau mungkin ada seminarnya, lah video ini mah youtuber coba coba

          • Valerian Mahdi Pratama

            ada di expo ≠ kredibel

            There’s no fucking way to create free energy

  • Finaho Horgunija

    Bikin malu unair nih. Ngga ngerti hukum termodinamika ya?

    • Rioo

      Bagaimana kalau alat ini tidak ada hubungannya dengan hukum termodinamika? Hukum termodinamika membahas kaitan antara energi dan kalor sedangkan magnet tidak memiliki kalor

      • Termodinamika tentang kalor? Magnet ini ga ada hubungannya? Baca lagi deh tentang hk. Termodinamika

        First law of thermodynamics: When energy passes, as work, as heat, or with matter, into or out from a system, the system’s internal energy changes in accord with the law of conservation of energy. Equivalently, perpetual motion “machines of the first kind (machines that produce work without the input of energy) are impossible.

        Second law of thermodynamics: In a natural thermodynamic process, the sum of the entropies of the interacting thermodynamic systems increases. Equivalently, perpetual motion machines of the second kind (machines that spontaneously convert thermal energy into mechanical work) are impossible.

        Itu ditegaskan banget hk. Termodinamika ini melarang adanya perpetual machine.
        Coba search deh di google apa itu perpetual machine, pasti nemu alat2 yg kamu suka. Dan itu semua gak work

        • Dian Wahyu

          bentar, jika alat ini belum sampe ke generator, melainkan cuma “turbin” dari hasil gaya magnet yang hanya dimanfaatkan putarannya ? kan belum masuk ke ranah kalor

      • lolwhat

        Ga ada hubungannya sama termodinamika? Emang listrik itu bukan termasuk energi ataupun kalor ya? lol. Coba diinget2 lagi rumus Fisika SMA. Alam semesta ini berisi energi dan kalor, bro.

      • Finaho Horgunija

        Hukum termo bahas energi kampret

      • Leo Luo

        sesekali lu orang bahas yang Out Of The Box.. keluar dari jalur Termodinamika yang kalian baca…

        klo emang dengan listrik tersebut bisa bangkitin generator.. otomatis kita ga perlu listrik pemerintah.. ibarat kita pake genset 5000 wath.. yang bisa tahan 3 jam dengan bahan bakar bensin..

        dan jangan lupa, berpikir cara menggunakan tenaga magnet untuk sebagai pengganti premium.. pakai sedikit imaginasi, bukan artinya kita bermimpi..

        sama juga genset tesla yang hilang ntah dimana,.. si tesla juga matinya ntah di mana.. catatan terakhirnya juga di simpan pihak pemerintah..
        bayangin dia bisa bangun sebuah device yang menghidupi rumah…

        sekarang kita ga perlu bayar Listrik ke pemerintah,, pemerintah ga perlu bayar uang minyak ke arab…

        masalahnya device ini di sengaja di hilangkan, biar duit pebisnis minyak – batu bara tetap kaya.. bayangin klo kita ga pake batu bara , sama minyakk .. rugi siapa ????

  • Fajar Azka Fadillah

    gua anak elektro.. gak mungkin lah…
    kalau mungkin maka selamat anda udah menghancurkan hukum energi

    • Heri yudianto

      Saya pernah mencobanya. G bisa kecuali pake magnet super. Ini Hoax. Saya lulusan S1 mesin UNIBRAW berani diajak debat.

      • Valerian Mahdi Pratama

        Ada magnet yang sangat kuatpun juga tetep ga akan 100% efisiensinya

      • Pake apa aja emang ga bisa karena emang ini cuma perpetual machine yg cuma bekerja di angan-angan.

    • Zulfa Al Abdillah

      doanya aja saudaraku
      kita bukan untuk saling mencari kemenangan
      saya berharap ini juga bisa membantu dalam meluruskan ilmu yang sudah ada

      apa tidak boleh ilmu itu berubah seiring berjalannya waktu dan pemikiran orang?
      soalnya ilmu manusia itu hanya bagian dari tetesan setetes ujung jarum yang di celupkan ke dalam samudra dibandingkan ilmu allah, itupun sudah dibagi dari setetes ilmu dari ujung jarum ke seluruh alam semesta.
      jika allah berkehendak maka tak ada yang tidak mungkin kan?
      doanya ya saudara semoga terwujud apa yang diniat baikan temen-temen yang sedang belajar mencoba mencari solusi
      terimakasih

      • PATRICC FREDD

        waduh sains ya sains, agama ya agama, ga boleh dicampur.

      • Iwan Suhardi

        Saya belum membuktikan sendiri. Tetapi saya kira teorinya memungkinkan.
        Energi yang dihasilkan bukannya tanpa input, tapi ada energi mekanik yang menjadi inputnya dan diperkuat oleh gaya yang dibangkitkan oleh magnet.
        Secara umum, ini tidak menyalahi atau melanggar hukum kekekalan energi. Karena memang secara umum kekelakan energi adalah jumlah energi masukan = jumlah energi keluaran.
        Dalam kasus ini jumlah energi keluaran besar dikarenakan penjumlahan antara energi masukan (energi mekanis) + energi pada proses (gaya Lorentz yang dihasilkan oleh medan magnet).
        Terus apakah gaya pada proses ini didapat dari mana? Sesungguhnya inilah kekuatan / energi yang sudah ada di alam yang belum dimanfaatkan. Yang mungkin hanya tertulis dalam teori fisika klasik.
        Bukankah hukum kekelan energi potensial ada faktor penguatan (gain) yang bernilai “g” selitar 9,8 ?
        Jadi kesimpulan tulisan saya, bahwa hal ini dimungkinkan secara hukum kekekalan energi. Jangan dipandang dari hukum termodinamika, kasusnya tidak cocok untuk termodinamika.

      • djoko muharman

        Tenang aja mbak Zulfa sudah ada kok listrik free energy yang juga berasal dari surabaya bahkan sudah terdaftar resmi di genewa swiss patentnya urutan ke3, bisa dicek via patent indonesia karena daftarnya lewat patent indonesia namanya BEAT(blue energy anugerah Tuhan)

  • lolwhat

    Saya tau publikasi ini cuma hanya sekedar menaikkan rating di penilaian PKM kan? Ayolah UNAIR, jangan mengorbankan nama besarmu hanya demi rating PKM. Menristekdikti kenapa juga dilolosin sih ni PKM? Saya baca judulnya saja sudah geleng-geleng :((

  • Will

    Hasil kuliah di UNAIR malah jadi kaya gini? Cuma jadi badut pseudoscience?

    • Bening Bening

      Jika anda percaya bhw Tuhan adalah maha pencipta, maka semestinya energi Jg bisa diciptakan. Suatu waktu boleh saja ada penemuan baru. Soal hukum kekekaln energi dn hkm termodinamika suatu waktu bisa saja tumbang.

      • PATRICC FREDD

        extraordinary claims require extraordinary evidence -Carl Sagan

      • Mari Belajar

        benar apa kata @patriccfredd:disqus , ketika kita memliki klaim yang extraordinary, kita juga butuh bukti yang extraordinary.

        Yang jadi masalah adalah Law of Thermodynamics dikatakan hukum yang paling fundamental dalam ilmu fisika, yang berarti seluruh hukum lainnya patuh pada hukum termodinamika. Kenyataannya, seluruh rumus yang kita gunakan di beragam bidang ilmu fisika jelas merupakan turunan dari hukum termodinamika.

        Klaim yang tertera dalam artikel ini yakni: “Alat ini dapat menghasilkan energy listrik lebih besar dari energy masukan yang digunakan sehingga efisiensi penggunaan listrik lebih besar,” sangat jelas melanggar Hukum 1 Termodinamika. Seperti yang sudah kita pelajari hukum tersebut berbunyi: “Energi tidak dapat diciptakan ataupun tidak dapat dimusnahkan, hanya bisa diubah bentuknya menjadi bentuk yang lain”.

        Jika anda atau mahasiswa PKM ini benar2 meyakini bahwa hukum termodinamika ini bisa dilanggar, itu berarti anda HARUS MENUNJANG KEMBALI SELURUH HUKUM DAN TEORI FISIKA yang ada. Ini karena hukum termodinamika sangat fundamental dalam fisika, jadi jika hukum termodinamika salah, maka apa yang manusia ketahui mengenai cara kerja alam semesta ini adalah salah (at least in macro level, since in quantum level, things are really bizarre)

        Jika anda atau mahasiswa PKM ini sanggup menyanggah dan memperbaharui seluruh hukum dan teori yang pernah ada, maka sah-sah saja kalian melakukan klaim tersebut.

        That is how science works, if you disagree with the law, you should mathematically prove it wrong, then rebuild a new law that has to be right generally without any fail. If you think it is not easy, well yes you’re right, it is not easy to drop fundamental laws that runs physics over centuries.

      • Stevan William

        tolol lu ndro wkwkwk

  • Rioo

    Generator magnet atau pembangkit listrik tenaga magnet pertama kali diciptakan oleh Nikola Tesla awal 1900. Tidak ada sesuatu yg baru dari alat ini. Mereka hanya duplikasi

    • alvqusa

      ngerti prinsip dasar fisika ga sih? korban pseudoscience yutub

  • Prince Abdurrahman

    Wah prinsip dinamo kasih travo. Atau ndak kalau berhasil saya salut dengan rekan mahasiswa dan dosen pembimbingnya bukan univnya.

  • Akhmad Setya Budy

    Numpang nanya
    F=Bil
    Jika B>1
    dan B berasal dari magnet permanen
    1.Apakah itu bisa danggap penguatan gaya
    2.Besarnya B akan mempengaruhi hambatan dinamis sebuah motor listrik dg permanen magnet yg makin besar…
    Yg selanjutnya memerlukan Tegangan… Lalu daya yg juga meningkat secara linier pula???

  • Akhmad Setya Budy

    Apakah benar jika pada sebuah generator dg permanen magnet kemudian diantara rotor dan stator diletakkan sebuah plate yg berfungsi sbh magnet shielding,
    Kemudian generator tsb di fungsikan dg cara
    Stator dan rotor diam, dan saling berhadapan dlm jarak dekat dg sedikit celah anatara keduanya
    Sedanh plate bergerak dicelah tsb, membuka dan menutupi medan magnet shg terjadi perubahan medan magnet pd stator yg menghasilkan ggl induksi
    1.Apakah benar energi yg diperlukan untuk menggerakkan plate yg bertindak sbg magnetic shielding tsb lebih kecil energi nya dibandingkan energi yg dihasilkan
    2.apakah saat plate mendekati rotor dan stator maka plate akan ditarik
    3.APAKAH Plate saat akan menjauhi rotor dan stator akan lebih ringan karena kutub rotor akn sama (scara asumsi) dg kutub stator
    Mohon pencerahan atau tanggapan

  • Leo Luo

    sebenarnya sudah banyak yang beginian.. Namun banyak yang menganggap HOAX.. Pake Magnet Untuk Jalani Generatornya.. Dan ada pula yang menggunakan Generator Motor .. dan pake cara Cas Chambell..

  • Pak Wito

    Bagaimana Hasilnya nich, berhasil apa tidak

  • Mari Belajar

    If students thinks that free energy is possible, i think it is not their fault, it is their teachers.

    Law of Thermodynamics merupakan salah satu hukum yang bisa dikatakan paling fundamental dalam ilmu fisika. Hukum-hukum lain dalam ilmu fisika patuh terhadap hukum termodinamika. Ada klaim yang menggelitik saya dalam artikel ini, yakni: “Alat ini dapat menghasilkan energy listrik lebih besar dari energy masukan yang digunakan sehingga efisiensi penggunaan listrik lebih besar.” Sudah jelas klaim ini melanggar Hukum Pertama Termodinamika.

    First Law of Thermodynamics;
    Energy is always conserved, it cannot be created or destroyed. The total amount of energy and matter in the Universe remains constant, merely changing from one form to another.

    Sebenarnya hukum ini sudah sangat jelas menggagalkan konsep alat yang ingin diciptakan ini. Dalam sistem tertutup, kita tidak bisa mengeluarkan output energi lebih dari apa yang kita input. Jika jika menggunakan energi dari sistem tertutup tersebut untuk hal lain, maka energi akan berpindah/berubah dan tidak akan ada lagi energi kinetik tersisa dalam sistem kita.

    Oke, bagaimana jika kita tidak menggunakan energi dalam sistem tertutup tersebut? kita hanya ingin alat tersebut bergerak sampai selamanya? (biasa disebut perpetual motion device). Meskipun ada peneliti yang melakukan klaim menciptakan alat yang “sepertinya” tidak melanggar Hukum Pertama Termodinamika, tetapi alat tersebut tetap tidak akan bekerja. Hal ini disebabkan oleh Hukum Kedua Termodinamika.

    Second Law of Thermodynamics;
    State of entropy of the entire universe, as an isolated system, will always increase over time. Changes in the entropy in the universe can never be negative.

    Hukum ini menyatakan bahwa sistem tertutup akan selalu berevolusi kearah entropy yang terbesar, atau yang biasa disebut equilibrium. Entropy merupakan sebuah kuantitas dalam termodinamika yang mewakili probabilitas konfigurasi energi dalam ikatan atomic particle. Entropy yang terbesar dalam sistem tertutup adalah ketika energi terdistribusi/menyebar ke seluruh bagian dari sistem tersebut. (saran: pahami lebih dalam lagi tentang entropy, bagi sebagian orang, konsep ini cukup unfamiliar)

    Dalam pemahaman kulit, hukum kedua ini menyatakan bahwa energi memiliki kecenderungan untuk menyebar melalui friksi. Umumnya semua alat yang diciptakan manusia pasti memiliki bagian solid yang memiliki interaksi dengan bagian solid lainnya. Menurut Hukum Dua Termodinamika, interaksi ini jelas akan menyebarkan energi yang ada dan menimbulkan ENERGI PANAS. Energi panas ini adalah energi yang “bocor keluar” dan akan terus “bocor” mengurangi energi kinetik yang tersedia sampai alat tersebut – tidak dapat di elakkan- BERHENTI TOTAL.

    Jadi jika kita ingin membuat alat yang HAMPIR dapat bergerak selamanya (nearly perpetual motion device), ada beberapa syarat yang harus kita penuhi:
    1) Alat tersebut tidak boleh mengeluarkan suara. Ingat suara merupakan salah satu bentuk energi yang lepas.
    2) Jika alat tersebut memiliki bagian bergerak, bagian tersebut harus tidak boleh bersentuhan dengan bagian lainnya. Atau diberikan pelumas yang dapat membuat friksi menjadi NOL secara total.
    3) Energy tidak hanya menyebar dari solid ke solid, melainkan dapat menyebar ke substance lainnya seperti liquid dan gas. Itu artinya, alat tersebut harus beroperasi di ruang vakum.
    4) Semakin sedikit mechanical work dalam alat tersebut, semakin memperpanjang waktu hidupnya.

    “Ultimately if you happen to be able to build one, you will need energy to start the motion. This is the only energy that you will be able to harvest, since energy cannot be created. Kind of a pointless device, really” – Jolene Creighton

  • Mari Belajar

    If students thinks that free energy is possible, i think it is not their fault, it is their teachers’.

    Law of Thermodynamics merupakan salah satu hukum yang bisa dikatakan paling fundamental dalam ilmu fisika. Hukum-hukum lain dalam ilmu fisika patuh terhadap hukum termodinamika. Ada klaim yang menggelitik saya dalam artikel ini, yakni: “Alat ini dapat menghasilkan energy listrik lebih besar dari energy masukan yang digunakan sehingga efisiensi penggunaan listrik lebih besar.” Sudah jelas klaim ini melanggar Hukum Pertama Termodinamika.

    First Law of Thermodynamics;
    Energy is always conserved, it cannot be created or destroyed. The total amount of energy and matter in the Universe remains constant, merely changing from one form to another.

    Sebenarnya hukum ini sudah sangat jelas menggagalkan konsep alat yang ingin diciptakan ini. Dalam sistem tertutup, kita tidak bisa mengeluarkan output energi lebih dari apa yang kita input. Jika jika menggunakan energi dari sistem tertutup tersebut untuk hal lain, maka energi akan berpindah/berubah dan tidak akan ada lagi energi kinetik tersisa dalam sistem kita, sampai alat tersebut berhenti total.

    Oke, bagaimana jika kita tidak menggunakan energi dalam sistem tertutup tersebut? kita hanya ingin alat tersebut bergerak sampai selamanya? (biasa disebut perpetual motion device). Kalaupun ada peneliti yang melakukan klaim bahwa ia menciptakan alat yang “sepertinya” tidak melanggar Hukum Pertama Termodinamika, alat tersebut tetap tidak akan pernah bisa bekerja. Hal ini disebabkan oleh Hukum Kedua Termodinamika.

    Second Law of Thermodynamics;
    State of entropy of the entire universe, as an isolated system, will always increase over time. Changes in the entropy in the universe can never be negative.

    Hukum ini menyatakan bahwa sistem tertutup akan selalu berevolusi kearah entropy yang terbesar, atau yang biasa disebut equilibrium. Entropy merupakan sebuah kuantitas dalam termodinamika yang mewakili probabilitas konfigurasi energi dalam ikatan atomic particle. Entropy yang terbesar dalam sistem tertutup adalah ketika energi terdistribusi/menyebar ke seluruh bagian dari sistem tersebut. (saran: pahami lebih dalam lagi tentang entropy, bagi sebagian orang, konsep ini cukup unfamiliar)

    Dalam pemahaman kulit, hukum kedua ini menyatakan bahwa energi memiliki kecenderungan untuk menyebar melalui friksi. Umumnya semua alat yang diciptakan manusia pasti memiliki bagian solid yang memiliki interaksi dengan bagian solid lainnya. Menurut Hukum Dua Termodinamika, interaksi ini jelas akan menyebarkan energi yang ada dan menimbulkan ENERGI PANAS. Energi panas ini adalah bentuk energi yang “bocor keluar.” Selama alat bekerja, energi panas ini akan terus “bocor keluar” mengurangi energi kinetik yang tersedia, sampai akhirnya, alat tersebut – tidak dapat di elakkan- BERHENTI SECARA TOTAL.

    Jadi jika kita ingin membuat alat yang HAMPIR dapat bergerak selamanya (nearly perpetual motion device), ada beberapa syarat yang harus kita penuhi:
    1) Alat tersebut tidak boleh mengeluarkan suara. Ingat suara merupakan salah satu bentuk energi yang lepas.
    2) Jika alat tersebut memiliki bagian bergerak, bagian tersebut harus tidak boleh bersentuhan dengan bagian lainnya. Atau diberikan pelumas yang dapat membuat friksi menjadi NOL secara total.
    3) Energy tidak hanya menyebar dari solid ke solid, melainkan dapat menyebar ke substance lainnya seperti liquid dan gas. Itu artinya, alat tersebut harus beroperasi di ruang vakum.
    4) Semakin sedikit mechanical work dalam alat tersebut, semakin memperpanjang waktu hidupnya.

    “Ultimately even IF you happen to be able to build one, you will need energy to start the motion. This is the only energy that you will be able to harvest, since energy cannot be created. Kind of a pointless device, really” – Jolene Creighton

    (saya beberapa kali ngepost tulisan ini, tapi kenapa dideteksi sebagai spam ya?)

  • Aditya Desta Pranata

    Yak sebentar lagi, mungkin mahasiswanya bakal dipanggil untuk mendapatkan Nobel Fisika, Kappa 😀

  • Anton Anton

    menurut saya jangan dipaksakan dengan judul free energy dan zero emission jika kenyataan tidak seperti itu,.. ini proposal pkm yg didanai monggo bisa dijelaskan hasilnya..trima kasih

  • Anton Anton

    untuk editor dan penulis, sebelum berita ini dimuat di halaman unair news apakah sudah ditanyakan ke beberapa dosen fisika tentang penggunaan judul beritanya?

  • FaqihPaki Muhammad

    Kalau gak hoax , diproduksi secara masal, kalau tdk ada modal , skema pembuatannya publikasikan agar bisa bermanfaat untuk rakyat

  • Mas Waterbender Bukhori

    harus diputer dulu buat permulaan

  • Stevan William

    Saya kecewa dengan sebuah kampus negri yang lumayan ternama di Indonesia mengklaim hal seperti ini. Cmon UNAIR, kalian mencoreng nama baik kalian sendiri. Output lebih besar daripada input lol, trash talk. Magnet bisa menambah gain energi dari energi awal? lol. Energi dari magnet itu sama halnya kaya energi potensial listrik dan gravitasi teman2, mereka bisa nge output energi kalo sebelumnya dikasi energi dulu. Maksud saya, kita cuma bisa nyimpan energi di magnet dengan kita kasih energi dulu di awal, lalu bisa direlease di waktu lain, dan outputnya sama kaya energi yang kita kasih di awal tadi, tidak mungkin bisa lebih besar karena itu akan menyalahi hukum termodinamika.

    Satu hal lagi, saya baca2 komen dibawah, ada yang bilang, “Apakah ilmu tidak boleh berubah seiring berjalannya waktu?” (Secara tidak langsung dia nge klaim bahwa dia nemuin hukum baru yang bisa nge replace hk. termodinamika dengan bukti alat yang dia temukan, dengan dalih ilmu bisa berubah seiring berjalannya waktu.)
    I mean common, anda ini mahasiswa sains apa mahasiswa sosial. Bedain karakteristik kedua ilmu tersebut, mana yang hukum2 didalamnya bisa berubah dan tidak lol.
    Sains khususnya fisika itu membahas tentang hukum2 alam yang dinyatain dalam persamaan matematis. Jadi Hukum dalam ilmu fisika itu merupakan hukum alam yang sudah ada sejak asalnya dan tidak akan bisa berubah sampai kapan pun. Benda yang dilempar ke bawah gamungkin terbang keatas. Kalo kamu bikin sebuah alat, kamu input energi 100 Joule, gamungkin output an nya 200 Joule kecuali ada usaha eksternal yang diberi alat tersebut.

    Penutup; saya selaku rakyat Indonesia sangat2 kecewa dan sangat2 miris melihat salah satu universitas top indonesia mengklaim hal semacam ini, terlebih lagi goverment sudah nge approve dan memberi dana untuk proyek ini. I mean cmon, kalian perlu belajar fisika dasar dulu sebelum membuat sesuatu dan mempublikasikannya. Jangan membuat malu institusi yang menauingi kalian dengan knowlegde yabg sangat minim, tetapi mengklaim hal yang sama sekali bertentangan dengan hukum alam.