listrik
SEORANG anggota Tim PKM-PE ini sedang melaksanakan percobaan dan pengujian karya yang dibuatnya. (Foto: Dok PKMPE)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Ikan lele boleh jadi sebagai ”ikan rakyat”, karena banyak dikonsumsi oleh kalangan apapun dan dimana pun. Budidayanya pun bertebar dimana-mana. Sayangnya, selama ini belum ditemukan teknologi tepat guna (TTG) yang dapat mengatasi masalah para pembudidaya dalam meningkatakan produksi dalam komoditas ikan lele dumbo secara massal dan kontinyu.

Berangkat dari kesenjangan itulah kerjasama antara mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) dengan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga berhasil membuat alat medan listrik sebagai TTG untuk mengembangkan dunia perikanan.

Lima mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya itu melakukan penelitian dan membuat alat medan listrik sebagai stimulator perkembangan gonad ikan lele dumbo yang dapat menguntungkan bagi masyarakat, khususnya para pembudidaya.

Konsep ini digagas oleh empat mahasiswa FPK yakni Endah Rochmatika (ketua tim), Dimas Jaya Subakti, Regita Dwi Ayu Armeda, Elsa Mirantika, dan berkolaborasi dengan seorang mahasiswa dari prodi Otomasi dan Sistem Instrumentasi FST, Abdul Hamid.

Mereka kemudian menuangkan penelitian tersebut ke dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Dibawah bimbingan dosen, Eka Saputra, S.Pi., M.Si., proposal berjudul “Eksplorasi Pemaparan Medan Listrik Sebagai Stimulator Perkembangan Kematangan Gonad Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus)” ini lolos seleksi dan berhak meraih dana riset dari Kemenristekdikti tahun 2017 kategori penelitian eksakta (PKM-PE).

Menurut Endah Rochmatika, belum adanya teknologi tepat guna yang dapat mengatasi persoalan para pembudidaya dalam meningkatakan produksi ikan lele secara massal dan kontinyu itulah yang menyemangati kelompok ini membuat alat teknologi tepat guna ini.

Komponen dan Desain Alat  

Mengapa Medan listrik? Kepada wartawan, Endah Rochmatika mengatakan, bahwa dengan medan listrik diharapkan dapat menghasilkan suatu getaran-getaran biolistrik sehingga dapat merangsang peningkatan proses metabolisme yang sebagian besar energi tertuju pada perkembangan reproduksi.

Listrik
Gambar alat TTG medan listrik karya mahasiswa UNAIR. (Foto: Dok PKM-PE Unair)

Selain itu untuk merangsang hormon reproduksi ikan untuk bekerja lebih cepat, sehingga menghasilkan hormon yang dapat mempercepat terjadinya kematangan reproduksi ikan dan ikan siap dipijahkan. Teknik pemanfaatan pemaparan medan lisrik ini sebagai stimulator kematangan gonad ikan dan dapat meningkatkan ketersediaan benih ikan lele dengan kuantitas yang banyak sebagai suatu keberlanjutan usaha budidaya perikanan, khusunya dalam bidang komoditas ikan lele dumbo.

Ditambahkan Endah, penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan sembilan perlakuan dan tiga kali ulangan, serta kontrol sebagai pembanding. Pada uji analisis satistik (ANNOVA) selang kepercayaan 95%, data berat gonad ikan lele dumbo didapatkan hasil tidak berpengaruh nyata pada alat medan listrik terhadap perkembangan gonad ikan lele dumbo. Hal ini dikarenakan pada saat pemeliharaan, pemaparan medan listrik tidak tertuju langsung pada organ reproduksi ikan.

Pemaparan medan listrik dilakukan melalui air dalam aquarium yang di dalamnya terdapat lele dumbo, sedang getaran biolistrik tersebut tertuju ke seluruh tubuh ikan lele dumbo melalui linea lateralis, sehingga tidak signifikan terhadap organ reproduksinya.

Namun, pemaparan medan listrik setelah keempat kali pada gonad, hasilnya mengalami pertambahan berat yang ditandai bahwa lele dumbo mengkonsumsi pellet dalam jumlah dan  intensitas yang banyak melebihi biasanya.

”Jadi pemaparan medan listrik hanya merangsang nafsu makan untuk meningkatkan laju metabolisme tubuh ikan, sehingga laju pertumbuhan ikan lele dumbo meningkat,” imbuh Endah Rochmatika.

Ditegaskan oleh Endah, walaupun medan listrik tidak mempengaruhi perkembangan organ reproduksi ikan tetapi hanya meningkatkan laju pertumbuhannya saja, tim PKM-nya tidak akan menyerah dalam penelitian ini.

”Kami akan mencoba membuat penelitian lain untuk menciptakan teknologi tepat guna dalam bidang perikanan dan kelautan yang belum pernah ada,” tutur Endah Rochmatika diangguki teman-teman kelompok PKM-nya. (*)

Editor : Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone