Selamat Jalan Prof. Laurentius Dyson, Pejuang Pendidikan Antropologi UNAIR

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
pejuang
ALMAMATER FISIP Universitas Airlangga melepas Prof. Laurentius Dyson Penjalong ke peristirahatan terakhir di Pemakaman Keputih Surabaya. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – ”UNAIR sangat kehilangan besar seorang putera terbaiknya, pejuang pendidikan,” demikian Wakil Rektor I Universitas Airlangga Prof. Djoko Santoso, dr., Sp.PD-KGH., PhD., FINASIM., mewakili Rektor dalam sambutannya pada upacara persemayaman jenasah dan penghormatan terakhir Alm. Prof. Dr. Drs. Laurentius Dyson Penjalong, MA., di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Sabtu (1/7) siang.

Prof. Djoko mengatakan demikian karena Universitas Airlangga sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu yang mengedepankan moral dan kejujuran, salah seorang penggiat, pendukung, dan pejuang nilai-nilai moral dan kejujuran itu adalah Prof. L. Dyson, yang sekarang sudah meninggalkan kita untuk selama-lamanya pada hari Rabu 28 Juni 2017 lalu.

Upacara persemayaman dan penghormatan terakhir Prof. Dyson sungguh meriah dalam keharuan. Ratusan sivitas memenuhi halaman depan kampus “Oranye” FISIP UNAIR, tempat Prof. Dyson, sapaan akrabnya, 37 tahun mengabdi disana. Diantaranya banyak para alumni FISIP dan perwakilan beberapa perguruan tinggi di Surabaya. Diantara Guru Besar, dekan, dan dosen UNAIR itu, bahkan tampak hadir Prof. Dr. Habil Josef Glinka, SVD, pria kelahiran Polandia ini adalah salah seorang pendiri Jurusan Antropologi FISIP UNAIR tahun 1984.

Dalam situasi yang masih terselimuti oleh suasana Lebaran (Hari Raya), maka diantara yang hadir dalam acara ini pun sekaligus memanfaatkan sebagai silaturahmi bersalam-salaman, saling maaf-memaafkan dan halal-bihalal. Suasanya menjadi terlihat penuh keakraban dan kekeluargaan, sekaligus keharuan.

pejuang
RATUSAN sivitas memadati Aula depan FISIP UNAIR. Warek I UNAIR Prof. Djoko Santoso menyampaikan sambutannya. (Foto: Bambang Bes)

Ditambahkan oleh Prof. Djoko Santoso, sebagai pejuang pendidikan yang sudah mengabdikan diri selama 37 tahun di UNAIR, Prof. Dyson adalah pribadi pekerja keras yang luar biasa. Karena itu ia yakin apapun yang telah dipesankan dan diajarkan oleh Prof. Dyson kepada murid dan yuniornya, pasti akan dipenuhi dan dilaksanakan, terutama sebagai pejuang pendidikan.

”Kami yakin, gugur satu ini akan lahir ribuan semangat Prof. Dyson baru yang akan menegakkan pendidikan, moral, dan kejujuran, sehingga kontribusinya akan menunjang kemajuan Indonesia untuk tetap dalam lindungan Allah SWT,” tandas Prof. Djoko Santoso, Guru Besar FK UNAIR ini.

Di akhir sambutannya, Wakil Rektor I ini mengatakan bahwa UNAIR betul-betul sangat berterima kasih atas dedikasi dan kontribusi Prof. Laurentius Dyson Penjalong yang senantiasa kreatif dalam mencetak kader-kader yang kontributif.

”Semoga dengan amalan dan kontribusinya yang luar biasa itu, Prof. Dyson senantiasa dalam kedamaian yang kekal dan abadi,” lanjut Prof. Djoko.

Sebagai wakil sejawat, Dr. Pinky Saptandari, Ketua Jurusan Antropologi FISIP UNAIR, mengatakan bahwa Guru Besar FISIP UNAIR kelahiran Samarinda 3 November 1954 ini, semasa aktifnya senantiasa tidak henti-hentinya memberikan motivasi kepada yuniornya untuk sekolah, sekolah, dan sekolah lagi. Ini menunjukkan semangat pengabdian pada pendidikan pada Prof. Dyson yang luar biasa, dan ditunjukkan dengan keteguhannya pada prinsip, kejeniusannya, keuletannya, sekaligus dengan kejenakaannya.

”Semangat yang ditunjukkan paling akhir adalah ketika kami sama-sama ke Makassar dalam rangka persiapan pembukaan prodi S-2 Unhas, Prof. Dyson selalu menginspirasi kita semua,” tandas Pinky Saptandari, yang juga Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini.

Prof. Dr. I.B. Wirawan, Drs., SU., sebagai teman satu angkatan almarhum saat memulai karier di UNAIR tahun 1977-1978, menjelaskan sepak-terjang Prof. Dyson semasa aktifnya. Ia sangat terkesan ketika ada mahasiswa pasca yang akan terkena DO (drop out) tetapi oleh Prof. Dyson dibela untuk diberi kesempatan sampai lulus. Karena bagi almarhum, pendidikan adalah “learning proses” sehingga tidak bisa diselesaikan dengan cara seperti itu.

”Semasa aktifnya, Prof. Dyson adalah sosok yang pemaaf, dinamis, easy going, humoris, sekaligus juga gokil,” kata Prof. IB. Wirawan.

Laurentius Yoan Dyson, puteri pertama almarhum, ketika mewakili keluarga menyatakan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mulai perawatan hingga persemayaman dan pemakaman ayahandanya ke peristirahatan terakhirnya di TPU Keputih Sukolilo, Surabaya.

Ia membenarkan, papanya adalah tipe orang yang suka bekerja keras, sangat fight, sangat perduli kepada siapapun; terutama orang-orang terdekatnya untuk selalu dimotivasi agar melanjutkan sekolah, sekolah dan sekolah.

”Hal itu dilakukan karena Papa sangat bangga menjadi seorang guru, dan kalau punya mau atau kehendak juga berusaha untuk bisa dipenuhi. Karena sifat-sifat yang demikian itulah kalau ada salah dan tidak berkenan kepada teman-teman papa di FISIP, kami mohon untuk dimaafkan,” kata Yoan, yang mengaku “tertampar” untuk mau sekolah lagi ke S-2 selepas lulus dari FISIP UNAIR juga lantaran ayahnya banyak memotivasi orang lain untuk sekolah, sekolah, dan sekolah lagi.

Prof. Dr. Drs. Laurentius Dyson Penjalong, MA., lahir di Samarinda 3 November 1954, dan meninggal di Surabaya pada Rabu 28 Juni 2017. Almarhum meninggalkan seorang isteri, Betsy Remanitha, dan dua orang anak yaitu Laurentius Yoan Dyson, dan Nikolas Dion Dyson.

Almarhum menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 di Universitas Indonesia, sedang pendidikan S-3 diselesaikan di Universitas Airlangga pada bidang Ilmu Antropologi Psikologi. Almarhum menjadi dosen FISIP UNAIR sejak tahun 1980, lalu dikukuhkan menjadi Guru Besar tahun 2005 pada bidang Ilmu Antropologi Psikologi, dengan judul orasi “Menjadi Orang Indonesia dalam Semangat Otonomi Daerah di Tengah Arus Globalisasi”. Selamat jalan Prof. Laurentius Dyson Penjalong. (*)

Penulis: Bambang Bes.

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu