Perencanaan Keuangan Sesuai Kebutuhan Prioritas

UNAIR NEWS – Setiap keluarga pasti memiliki perencanaan keuangan untuk mengelola pengeluaran dan pemasukan. Seperti yang diungkapkan Dr. Nurul Istifadah, S.E., M.Si, dosen Ekonomi Pembangunan, Universitas Airlangga, bahwa perencanaan keuangan sama seperti perencanaan anggaran pemerintah.

Nurul menjelaskan, perlu perencanaan keuangan dari hulu ke hilir, yaitu mulai dari kebutuhan sekarang hingga masa depan. Dalam mengelola pegeluaran, ia selalu menerapkan perencanaan terpadu dengan menulis semua kebutuhan, kemudian disesuaikan dengan potensi pemasukan.

“Semua kebutuhan saya tulis setiap bulan. Tapi belum tentu saya realisasikan semua. Hal ini harus disesuaikan dengan potensi penerimaan. Apabila pengeluaran berlebih, maka harus ada kebutuhan yang ditunda,” jelas Nurul.

Menurut Nurul, setiap keluarga memiliki prinsip yang berbeda-beda. Untuk keluarga yang sangat rigid dan kaku dalam pengelolaan, dapat menggunakan metode amplop-amplop. Dimana setiap anggaran kebutuhan disisihkan sesuai dengan keperluan. Misalnya, amplop untuk pendidikan, kebutuhan makan, hingga kebutuhan mendadak.

Prinsip mendahulukan kebutuhan dari pada keinginan membuat pengeluaran selalu stabil dari waktu ke waktu. Di bulan ramadan ini, Nurul mengaku tidak ada peningkatan pengeluaran, malah terjadi penurunan. Hal ini disebabkan karena pola konsumsi yang stabil. Artinya, ia tidak menjadikan bulan ramadan sebagai momentum untuk membeli seluruh keinginan.

“Di keluarga saya tidak ada takjil. Sebagaimana hari-hari biasanya, anak saya berbuka dengan minum susu atau teh. Kita selalu berangkat dari ajaran Rasulullah untuk tidak berlebihan,” kata Nurul.

Selain mengelola kebutuhan, Nurul juga mengajarkan keluarganya menyisihkan uang untuk masa depan, seperti tabungan anak atau investasi. Investasi yang ia pilih adalah tanah dan apartemen. Selain nilainya tinggi, tanah dan apartemen memiliki potensi penerimaan setiap bulannya.

“Tidak ada prosentase khusus untuk menabung, namun disesuaikan dengan pendapatan saja,” tambahnya.

Proyeksi kebutuhan masa depan juga ia rencanakan sedini mungkin, seperti asuransi pendidikan hingga kesehatan. Hal ini sangat perlu, sebab kehidupan selalu memiliki dinamika, sehingga persiapan dan perencanaan itu menjadi solusi andalan.

Tak hanya itu, Nurul mengatakan, kebutuhan hiburan seperti makan dan berlibur harus dianggarkan dengan menyesuaikan kebutuhan utama.

“Contohnya ketika lebaran seperti ini, keluarga saya selalu jalan-jalan dan berlibur. Namun, kita harus mengetahui batas anggaran yang kita miliki. Artinya, tidak melakukan pembelian untuk hal-hal yang tidak dibutuhkan. Dan peran ibu memiliki andil besar dalam menjaga perencanaan sesuai dengan realisasi,” tutupnya kepada UNAIR NEWS. (*)

Penulis : Siti Nur Umami

Editor    : Binti Q. Masruroh