Mahasiswa Cetuskan Ide Ketahanan Pangan di Kawasan Eks Lokalisasi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
ketahanan pangan
Para mahasiswa bersama warga Kecamatan Pakis Sidokumpul, Surabaya. (Foto: Dokumentasi pribadi)

UNAIR NEWS – Mahasiswa lintas fakultas Universitas Airlangga mengubah citra kawasan eks lokalisasi Dolly yang terletak di Kecamatan Pakis Sidokumpul, Surabaya. Mereka melibatkan warga setempat untuk menyisihkan lahan untuk tanaman hidroponik di kawasan padat penduduk.

Keempat mahasiswa yang beranggotakan Fitria Budiarti, Nina Agustina, Enis Rezqi Maulida, dan Nelza Manora Veronica mengusung konsep Green Wall Training dalam proposal program kreativitas mahasiswa pengabdian masyarakat (PKM–M).

Proposal PKM–M berjudul “Green Wall Training sebagai Upaya Pengembangan Kampung Hijau untuk Mengubah Citra Masyarakat Dolly” tersebut berhasil lolos seleksi pendanaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun 2017.

“Masyarakat sudah mulai menyesuaikan diri terhadap keputusan penutupan lokalisasi Dolly. Namun, image negatif tentang Dolly belum berubah. Oleh karena itu, kami ingin mengembangkan kampung hijau sebagai upaya untuk mengubah citra terhadap Dolly,” tutur Fitria.

Akibat keterbatasan lahan di kawasan Pakis, mereka menggunakan metode hidroponik dalam menanam tanaman sayur dan buah-buahan. Dalam program green wall training, mereka membagi warga menjadi tiga kelompok penanam.

Kelompok pertama mendapat jatah menanam tanaman sayur bayam hijau dan bayam merah, kelompok kedua menanam sayur sawi dan selada, sedangkan kelompok ketiga menanam kangkung dan pakcoy.

“Pemilihan jenis sayuran sudah kami tentukan berdasarkan jangka waktu tercepat untuk panen tanaman. Keenam sayur tersebut ditargetkan akan siap dipanen dalam rentang waktu satu bulan mendatang,” imbuh Fitria.

Fitria menambahkan, rentang waktu tersebut sudah direncanakan berdasarkan masa panen tanaman. Pada minggu pertama, mahasiswa dan warga menyemai bibit hingga tumbuh. Satu bulan kemudian, akan dilakukan pindah tanam pada media yang ditentukan.

Media yang digunakan pun beragam sesuai kemampuan dan keinginan warga setempat di antaranya berupa ember, botol air mineral bekas, dan pipa paralon.

“Semua media memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada awal training kami sudah menjelaskan secara tuntas. Keputusan pun dipilih berdasarkan kemampuan ibu-ibu dalam merawat tanamannya kelak,” tutur Fitria yang juga mahasiswa Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan.

Harapannya, dengan adanya program green wall training, warga setempat dapat memenuhi kebutuhan pokok keluarga secara mandiri. Selain itu, program green wall training bisa membantu pencapaian ketahanan pangan di Indonesia.

Editor: Defrina Sukma S

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu