Mahasiswa UNAIR Banyuwangi Bikin Masker Cantik dari Limbah Kulit Pisang

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
masker
PARA ibu-ibu anggota PKK Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Banyuwangi seusai mengikuti pelatihan oleh mahasiswa UNAIR. (Foto: Dok PKMM).

UNAIR NEWS – Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu desa yang memiliki potensi tinggi penghasil pisang. Hasil olahan pisangnya pun beraneka ragam. Ada keripik pisang, sale, dan aneka yang lain. Sayangnya, produksi pengolahan pisang yang tinggi itu tidak diimbangi dengan pengolahan limbahnya. Jadilah limbah berupa kulit pisang berserakan diberbagai tempat.

Menurut Kepala Kelurahan Tamansari, Nursamsi, kebanyakan masyarakat Desa Tamansuruh cenderung membuang limbah kulit pisang. Limbah kulit pisang yang paling banyak adalah kulit pisang kapok. Ada beberapa yang memanfaatkannya sebagai pakan ternak, namun hasilnya belum mengatasi besaran limbah yang ada.

“Di Desa Tamansuruh sudah memiliki kelompok ibu PKK yang aktif dan sering mengadakan pertemuan dan membahas masalah limbah kulit pisang ini, namun dari pertemuan ke pertemuan toh belum bisa memberikan solusi yang nyata,” kata Lurah Nursamsi.

Bergegas dari kenyataan diatas dan berusaha untuk memberikan solusinya, lima mahasiswa Universitas Airlangga PSDKU Banyuwangi membuat inovasi untuk memberdayakan masyarakat dengan mengubah limbah kulit pisang menjadi barang yang bernilai ekonomis, yaitu masker wajah.

Dari lima mahasiswa prodi akuntansi PSDKU UA melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2017 dengan judul propsoal ”Optimalisasi Potensi Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca) Menjadi Kuping Macan (Kulit Pisang Masker Cantik ) sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kreatif pada Kelompok PKK di Desa Tamansuruh, Kabupaten Banyuwangi.” Program ini berhasil menarik perhatian Dirjen Dikti dan dinyatakan lolos untuk mendapatkan dana pembinaan program PKM tahun 2017.

PROMOSI masker cantik yang terbuat dari kulit pisang di Banyuwangi. (Foto: Ist)

Lima mahasiswa tersebut adalah Nilna Firdaus Anggraini (ketua/2016), Suaibatul Islamiyah (2016), Nur Jannah (2016), Miranti Nareswari (2014), dan Romzi Kharisanto(2014). Sasaran pengabdian kelima mahasiswa itu adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Tamansuruh, mengurangi tingkat pengangguran, memberikan fasilitas pelatihan kewirausahaan, meningkatkan kreatifitas mahasiswa, membantu mengangkat nilai jual limbah kulit pisang sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi perencanaan program, sosialisasi pengenalan manfaat limbah kulit pisang menjadi masker kecantikan, pelatihan dan praktik pengolahan limbah kulit pisang menjadi masker kecantikan, pemanfaatan masker kecantikan dari limbah kulit pisang pada remaja di lingkungan Desa Tamansuruh serta ditutup dengan melakukan evaluasi kegiatan. (*)

Penulis : Siti Mufaidah

Editor : Bambang Edy Santosa

Berita Terkait

UNAIR News

UNAIR News

Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).

Leave Reply

Close Menu