ramadan
Pihak sivitas akademika Universitas Airlangga ketika memberikan santunan kepada anak-anak di Panti Asuhan Amanah. (Foto: Helmy Rafsanjani)
ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS – Keistimewaan bulan Ramadan berupa pelipatgandaan pahala dimanfaatkan oleh umat manusia untuk berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya. Tak terkecuali sivitas akademika Universitas Airlangga.

Setiap tahunnya, sivitas akademika UNAIR rutin menyisihkan sebagian rejekinya kepada kaum yang membutuhkan. Tahun ini, mereka menyantuni anak-anak yatim piatu di 16 panti asuhan, Senin (19/6).

“Kegiatan ini bertujuan untuk belajar pada mereka yang hidupnya kurang beruntung. Kehadiran UNAIR diharapkan dapat membantu anak-anak untuk terus semangat serta mampu mendapatkan pendidikan yang layak agar hidupnya lebih terarah,” ucap  Drs. M. Imron MM selaku panitia.

Mereka memberikan santunan berupa sejumlah uang tunai kepada anak yatim piatu. Imron berharap, dengan adanya santunan tersebut, para penerima bisa memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, termasuk keperluan pendidikan.

“Anak-anak harusnya tidak terpuruk pada kelemahannya. Mereka harus bisa menjadi generasi penerus yang bisa diandalkan bangsa,” lanjutnya.

Menurut Imron, acara ini telah menjadi kegiatan tahunan Unair. Untuk tahun ini, bentuk pemberian santunan dilakukan secara berbeda. Bila sebelumnya anak-anak yatim piatu yang berkunjung ke UNAIR, kali ini giliran UNAIR yang menyambangi mereka ke panti asuhan-panti asuhan.

BACA JUGA:  Menikmati Gema Ramadan di Nuruzzaman

“Ini dilakukan untuk mengetahui secara jelas kondisi riil di lapangan agar tidak salah sasaran,” pungkas Imron.

Ditegaskan oleh Imron yang juga staf Pusat Layanan Pengadaan, sasaran kegiatan ini memang diprioritaskan untuk panti asuhan yang dekat dengan UNAIR. Walaupun nilainya tak besar, ia berharap agar semangat berbagi antar sesama terus menular di masyarakat.

Perwakilan Panti Asuhan Amanah, Sumirah, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas bantuan yang telah diberikan UNAIR.

“Kedatangan tim UNAIR dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus bersekolah setinggi mungkin. Sebanyak 85 siswa yang menempati panti ini, mudah-mudahan ada yang masuk ke UNAIR,” harap Sumirah yang juga berprofesi penjual sayur di pasar.

Penulis: Helmy Rafsanjani

Editor: Defrina Sukma S

ShareShare on FacebookTweet about this on TwitterEmail this to someone