sinom
BUKU ‘SINOM’ 3 edition about Sulawes and Kalimantan culture(photo by courtesy)
ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
image_pdfimage_print

UNAIR NEWS Budaya etnik di Indonesia tampaknya mulai ditinggalkan oleh masyarakat negeri ini. Padahal, mempelajari budaya Indonesia merupakan hal yang sangat penting, karena budaya Indonesia merupakan warisan leluhur yang harus dijaga eksistensinya. Namun, saat ini generasi muda enggan untuk mempelajarinya

Dengan latar belakang tersebut, digagaslah suatu kreativitas berupa buku SINOM (Sinau Ambek Dolan). SINOM merupakan buku etnik karya tim mahasiswa Universitas Airlangga, hasil gagasan Nanda Elanti Putri (FKM 2015), Khadijah Aufadina (FIB 2014), Desti Nayunda Lulu (FKP 2016), dan Magita Novita Sari (FKP 2013).

Mereka menyusunnya sebagai Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKMK) 2016 yang alhasil lolos dengan memperoleh dana pembinaan dari Kemenristekdikti.

Nanda Elanti Putri, mewakili Tim PKMK-nya menjelaskan, SINOM (Sinau Ambek Dolan) bukan merupakan buku biasa. Buku ini memiliki pembelajaran yang menyenangkan dan dapat meningkatkan daya kognisi anak melalui permainan di dalamnya. Selama ini anak-anak mudah bosan dengan pembelajaran yang monoton dan biasa-biasa saja.

“Oleh karena itu kami membuat sesuatu yang “baru” untuk mempelajari budaya etnik di Indonesia. Dengan inovasi kami ini, Tim PKM kami mendapatkan dana untuk merealisasikan ide ini dari Dirjen Dikti,” kata Nanda EP.

Diyakini mereka bahwa SINOM merupakan Quiet Book pertama yang ada di Indonesia yang bertema budaya etnik Nusantara. Buku ini terispirasi dari Quiet Book yang ada di luar negeri. Namun, SINOM sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk mempelajari budaya etnik di Indonesia, tambah Nanda.

Produk SINOM ini menggunakan konsep empat dimensi, dimana karakter budaya Indonesia yang  akan  dikenalkan kepada anak dapat dibongkar pasang layaknya bermain boneka Barbie yang bisa diganti-ganti pakaiannya. Namun, pada produk SINOM ini, pakaian yang dapat diganti-ganti adalah pakaian adat Indonesia dari Sabang sampai Marauke.

”Buku ini dapat digunakan untuk generasi muda, khususnya anak PAUD, TK, dan SD karena di dalamnya berisi permainan seperti membaca, berhitung, memadukan warna dan lain sebagainya. Selain belajar dan bermain, SINOM dapat melatih kognisi anak-anak. Bahan yang kami gunakan untuk produk SINOM  ini adalah yang halus dan aman. Sehingga Produk SINOM sangat cocok untuk bermain bagi anak, sekaligus sejak dini memperkenalkan budaya Indonesia,” tambah Nanda.

Di dalam buku SINOM ini berisi tentang budaya etnik yang ada di Indonesia. Misalnya pakaian daerah, rumah daerah/adat, alat musik daerah, dan senjata khas suatu daerah. Berbagai macam budaya etnik ini dibagi ke dalam tiga edisi. Edisi I tentang budaya etnik Sumatera, edisi II tentang budaya etnik di Jawa, Bali, NTT, NTB dan Papua, sedang edisi III tentang budaya etnik di Sulawesi dan Kalimantan.

“Cara penggunaan SINOM tidak terlalu rumit, baik anak-anak maupun orang tua dapat menggunakan buku ini. Selain itu, dalam buku ini juga diberikan pedoman mengenai tata cara penggunaannya,” terang Nanda Elanti Putri. (*)

Editor: Bambang Bes

ShareShare on Facebook0Tweet about this on Twitter0Email this to someone
mm
Media komunikasi dan informasi seputar kampus Universitas Airlangga (Unair).